DEMAM BERDARAH JOGJA : Nyamuk Wolbachia Dilepas, Apa Hasilnya?

17 Februari 2016 09:20 WIB Jogja Share :

Demam berdarah Jogja dapat dikurangi dengan melepas nyamuk yang terinfeksi wolbachia.

Harianjogja.com, JOGJA-Peneliti Sosial Eliminate Dengue Program (EDP) DIY, Bekti Andari membenarkan hasil positif yang didapat di Sleman. Namun misi pelepasan nyamuk di Sleman untuk mengetahui kemampuan bertahan hidup dan pennularan antar nyamuk dari nyamuk yang sudah terinfeksi wolbachia.

Wolbachia adalah bakteri yang secara alami hidup di badan lalat buah. Lalat buah yang terpapar bakteri ini akan memiliki masa hidup yang pendek. Sementara nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan virus dengue adalah nyamuk berusia tua. Berdasarkan temuan itu, peneliti mencoba memasukkan bakteri itu ke tubuh nyamuk sehingga nyamuk penyebar DBD mati sebelum bisa menyebarkan virus dengue.

Meskipun tahap awal bukan untuk melihat kemampuan mencegah penyebaran DBD, Bekti mengatakan dari program tahap pertama itu mereka mendapatkan hasil sampingan. Pelepasan nyamuk berbakteri ternyata mampu menekan penularan DBD antar warga di lokasi yang sama. Hal itu bisa menjadi data awal yang menunjukkan program mereka mulai menuai hasil sesuai harapan.

“Temuan kami tidak ada penularan DBD antar warga di radius 100 meter dari area pelepasan nyamuk,” kata Bekti, Selasa (16/2/2016)

Terkait keinginan Sultan untuk melanjutkan penyebaran nyamuk ke kota Jogja, Bekti mengatakan pihaknya memang sedang menggodok rencana itu. Kota Jogja dipilih karena mereka dapat menyebarkan nyamuk di area yang lebih luas. Rencananya program penyebaran nyamuk di Jogja akan dimulai pertengahan 2016 sampai 2019.

“Bertahap karena kami harus membiakkan nyamuknya. Dari sini kami akan lihat seefektif apa metode wolbachia dalam menekan penularan DBD,” imbuh dia.