BANDARA KULONPROGO : Perjanjian Berupa Jaminan Pekerjaan Segera Dilakukan

Puluhan warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) mendatangi rumah dinas Bupati Kulonprogo, Selasa (16/2/2016) sore. (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
17 Februari 2016 16:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo, aspirasi warga terdampak ditampung.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Tuntutan warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) berupa jaminan mendapatkan pekerjaan direspon Angkasa Pura 1 dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo.

Project Manager Kantor Proyek Pembangunan Bandara NYIA PT Angkasa Pura I, Sujiastono menyatakan bersedia membuat perjanjian dengan Pemkab Kulonprogo mengenai perekrutan tenaga kerja lokal, khususnya dari kalangan warga terdampak.

Meski demikian, teknis perjanjiannya tetap perlu dibahas lebih lanjut.

“Angkasa Pura tidak tahu siapa saja warga terdampak yang ingin bekerja di bandara sehingga membutuhkan rekomendasi dari Pemkab,” ucap Sujiastono, Selasa (16/2/2016)

Sujiastono lalu mengatakan, relokasi sebenarnya tidak diberikan secara gratis. Warga dapat memanfaatkan dana ganti rugi. Dia hanya menyarankan masyarakat dapat menangani pembangunan rumahnya sendiri tanpa melibatkan pihak kontraktor agar lebih efisien.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo menyatakan akan mempertimbangkan tuntutan warga dan membahas lebih lanjut bersama pihak terkait. Dia mengatakan, Pemkab Kulonprogo memang telah berencana membuat perjanjian dengan PT Angkasa Pura I pada awal Maret mendatang.

Warga terdampak akan diprioritaskan untuk mendapatkan pelatihan dan program penempatan tenaga kerja. Meski begitu, perjanjian harus disusun berdasarkan dasar yang valid dan kredibel melalui upaya pendataan potensi tenaga kerja.

Soal relokasi gratis dan nasib penggarap Pakualaman Ground (PAG), Hasto mengaku belum dapat memberikan kepastian sore itu. Pemkab Kulonprogo masih perlu melakukan kajian lebih lanjut terkait mekanisme relokasi seperti yang diharapkan warga. Soal PAG, dia juga masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kadipaten Pakualaman.

“Kami belum bisa menentukan sore ini bagaimana kepastiannya,” ujar Hasto.