MAKAM RAJA DI IMOGIRI : Makam Retak, Sultan Sudah Percayakan pada Gusti Hadi

25 Februari 2016 11:55 WIB Bantul Share :

Makam raja di Imogiri retak, padahal baru beberapa bulan dibangun

Harianjogja.com, JOGJA – Pagar yang rusak di kompleks makam raja-raja Imogiri sudah mendapatkan perhatian dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sang raja, Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah mengutuskan kerabatnya untuk memantau proses perbaikan.

Ditemui di kompleks Kepatihan Rabu (24/2/2016), Sultan menyatakan pihaknya sudah mengetahui kabar tembok areal perluasan makam yang rusak di Imogiri.

Menurutnya kerusakan itu kini sudah mendapatkan perhatian dan ditangani oleh Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Parasraya Budaya.

Parasraya Budaya selama ini menangani pengelolaan aset-aset Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Lembaga yang berada langsung di bawah komando Sultan ini juga mengurusi urusan keamanan di lingkungan Kraton.

Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) yang merupakan adik kandung HB X yang berperan sebagai penghageng di KHP Parasraya Budaya ditunjuk langsung untuk memantau dan memastikan kerusakan tak bertambah parah. Selain itu dia juga bertanggungjawab untuk memantau proses perbaikan yang akan dilakukan.

“Makam wis ono sing ngurusi [makam sudah ada yang ngurusi], langsung Mas Hadi [KGPH Hadiwinoto],” kata Sultan.

Kerusakan di tembok luas makam Imogiri terjadi pada konstruksi tembok baru yang merupakan proyek perluasan makam. Setelah selesai dibangun Desember lalu, tembok itu kini masuk dalam masa perawatan yang masih menjadi tanggungjawab kontraktor yang memenangi tender pengerjaan proyek itu.

Namun belum genap berusia tiga bulan sejak usai, beberapa bagian tembok yang menjadi bagian dari proyek Danais senilai Rp 5,9miliar sudah mulai ambrol. Penyebabnya konstruksi tembok dan tanggul terdesak material tanah urug yang bergeser akibat curah hujan yang tinggi.