EKONOMI DIY : Saatnya Menggali Potensi Perekonomian DIY

Sejumlah juru parkir yang mengikuti aksi Bersih-Bersih Malioboro, Minggu (28/2/2016). (Uli Febriarni/JIBI - Harian Jogja)
29 Februari 2016 05:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Ekonomi DIY dalam empat hingga lima tahun ke depan perlu digali

Harianjogja.com, JOGJA—Potensi sektor perekonomian di DIY dalam empat hingga lima tahun ke depan perlu digali. Oleh karena itu, Bank Mandiri DIY bekerja sama dengan Harian Jogja menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Neo+ Awana, Jogja, Senin (29/2/2016).

Manajer JogjaPro Mohammad Joenalis mengatakan, tema besar yang diangkat dalam diskusi ini adalah Mendulang Optimisme: Menggali Sektor-sektor yang Potensial di Tengah Fluktuasi Ekonomi.

Diskusi ini menargetkan 30 peserta yang akan membagi pandangan mereka terkait dengan peluang sektor ekonomi di DIY. Diskusi ini bertujuan mengajak para pelaku ekonomi untuk membahas bagaimana perekonomian di DIY akan berkembang dalam empat sampai lima tahun ke depan.

“Selain pelaku, kami juga menghadirkan akademisi serta petinggi media massa,” ujar dia, Jumat (26/2/2016).

Penyelenggara akan menghadirkan Vice President Corporate Communication Bank Mandiri Achmad Reza untuk menjelaskan tentang sektor-sektor yang memiliki prospek untuk dikembangkan.

Selain itu, ada pula Kepala Pusat Studi Kebijakan Publik UGM Tony Prasetiantono yang akan memberikan penjelasan mengenai sudut pandang kebijakan apa yang seharusnya diambil oleh para pemangku kepentingan untuk mendukung sektor-sektor itu.

“Kami juga menghadirkan Wakil Pemimpin Perusahaan Harian Jogja dan wartawan senior Bisnis Indonesia Lahyanto Nadie untuk bertukar pengalaman tentang bagaimana menjalin kerjasama dengan media agar mampu berkembang dan diketahui masyarakat,” ungkap dia.

Ditemui secara terpisah, Lahyanto Nadie mengungkapkan, selama in DIY lebih banyak mengandalkan sektor pariwisata sebagai penggerak perekonomian masyarakat. Potensi yang dimiliki DIY sangat berlimpah sehingga perlu ada perhatian pada sektor-sektor potensial lainnya. Ia melihat, DIY masih memiliki banyak lahan pertanian, yang ketika diintensifkan maksimal akan menjadi peluang besar.

“Demikian juga dengan sektor perikanan laut, yang selama ini belum banyak tersentuh baik dari Pemerintah maupun masyarakat,” jelas dia.

Sementara itu, Vice Prersident Corporate Communication Bank Mandiri Achmad Reza memberikan apresiasi terhadap diskusi terbatas ini. Ia mengaku akan mendapatkan gambaran jelas tentang sektor-sektor mana yang nantinya akan didukung perbankan untuk dapat berkembang lebih optimal.