BANTUAN SISWA MISKIN : Ada Perubahan Aturan, KIP Tak Lagi Ditransfer ke Rekening Siswa

Ilustrasi Kartu Indonesia Pintar (KIP). (JIBI/Solopos/Antara - Dewi Fajriani)
30 Mei 2016 08:56 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Bantuan siswa miskin di Gunungkidul melalui Beasiswa Program Indonesia Pintar berubah aturan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Proses pencairan Beasiswa Program Indonesia Pintar di Gunungkidul sudah dilakukan di minggu ketiga Mei. Namun terdapat perbedaan dalam mekanisme pencairan.

Untuk tahun ini, beasiswa dicairkan secara kolektif oleh pihak sekolah. Sedangkan di tahun lalu, dana tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing siswa.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karangmojo Suhartati mengatakan, proses pencairan PIP di sekolahnya tidak ada masalah. Pencairan sudah dilakukan terakhir pada Kamis (26/5/2016) untuk 74 siswa.

Dia menjelaskan, besaran beasiswa yang diterima setiap anak tidak sama karena ada yang memeroleh Rp375.000, namun adapula yang memeroleh Rp700.000.

Secara rinci, Suhartati mengaku tidak tahu penyebabnya karena pihak sekolah hanya mengusulkan sedang keputusan memberikan beasiswa ditentukan oleh Pemerintah pusat. “Besarannya kita sesuaikan dengan nominal dari pusat,” katanya.

Dia mengakui, untuk tahun ini ada perubahan dalam mekanisme pencairan. Dana yang diperoleh tidak lagi ditransfer ke masing-masing siswa, namun pencairan dilakukan secara kolektif oleh kepala sekolah. Setelah dana dicairkan, kemudian diberikan ke siswa secara tunai. “Kami hanya menjalankan aturan saja, karena kebijakan itu yang buat dari pusat,” katanya.

Menurut Suhartati, untuk pengawasan agar dana tersebut digunakan sesuai peruntukan, siswa penerima beasiswa diwajibkan membuat laporan terkait penggunaan dana itu lengkap dengan bukti kuitansi pembayaran. Dari laporan ini akan diketahui dana yang diterima digunakan sesuai peruntukan atau tidak.

“Untuk saat ini belum bisa, tapi mungkin dalam dua minggu ke depan sudah ketahuan digunakan untuk beli apa saja,” ungkapnya.