HOTEL DI JOGJA : Eastparc Ajak Masyarakat Lestarikan Batik

Peragaan busana batik di Eastparc Hotel, Jogja. (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
06 Oktober 2016 20:18 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Hotel di Jogja, Eastparc Hotel mengajak warga melestarikan batik

Harianjogja.com, SLEMAN--Eastparc Hotel Jogja mengajak masyarakat mengenal dan melestarikan batik yang merupakan warisan budaya. Hotel bintang lima ini pun menghadirkan pergelaran busana batik untuk memperingati Hari Batik.

General Manager Eastparc Hotel Jogja Wahyudi Eko Sutoro mengatakan, batik telah menjadi budaya yang melekat pada masyarakat Indonesia. Saat ini, batik tetap menjadi ciri khas Indonesia yang semakin mendunia.

Bertepatan dengan Hari Batik yang dirayakan setiap 2 Oktober, Eastparc Hotel Jogja yang  bekerja sama dengan Paradise Batik mengadakan pergelaran busana batik Tradition Revolution.

Pada perayaan Hari Batik kali ini, Eastparc Hotel ingin mengajak masyarakat Jogja untuk lebih mengenal dan mencintai batik sebagai kekayaan budaya bangsa.

"Saat ini industri batik Indonesia cukup maju pesat dengan talenta-talenta desainer batik dari negeri sendiri. Hal seperti inilah yang perlu kita apresiasi bersama," kata dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (6/10/2016).

Ia mengatakan, tidak banyak orang yang tahu di balik setiap motif batik, terdapat makna yang tersirat didalamnya. Tren sedang berjalan sesuai pencarian identitas dan akar budaya secara serentak di seluruh dunia.

Proses ini tidak selalu berjalan dengan evolusi namun dengan revolusi sehingga lahirlah tema Tradition Revolution. Batik yang berevolusi seiring perubahan zaman sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan ini Paradise Batik menampilkan 20 baju dengan mengangkat tema tersebut yang tersirat pada perubahan-perubahan motif batik yang ditampilkan mengarah ke motif kontemporer namun masih melekat dengan nilai-nilai tradisi. Batik ditulis pada bahan sutera twis.

“Adanya pergelaran busana batik oleh Eastparc Hotel Jogja ini diharapkan dapat menjadi semangat baru bagi industri batik. Di sisi lain, masyarakat secara umum bisa mendapatkan edukasi mengenai batik," kata dia.