KEKERASAN SLEMAN : Ini Detik-detik Penangkapan Pelaku Penusukan Havid

Pelaku penusukan Adnan Havid Pamungkas, WN diamankan petugas kepolisian beserta barang bukti motor Satria FU, Rabu (5/10/2016). (Yudho Priambodo/JIBI - Harian Jogja)
06 Oktober 2016 11:19 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Kekerasan Sleman terjadi yakni penusukan Adnan Havid, pelakunya ditangkap di sebuah indekos di Kulonprogo

Harianjogja.com, KULONPROGO- Pelaku penusukan di Gamping, Sleman pada pekan lalu akhirnya ditangkap di salah satu indekos di wilayah Kedungdowo, Wates, Kulonprogo pada Rabu (5/10/2016) pagi.

Namun, aksi tersebut terbilang luput dari pengamatan warga yang juga tak tahu menahu identitas pria tersebut.

Penangkapan tersebut merupakan akhir dari pencarian pelaku penusukan korban Adnan Hafid Pamungkas oleh personil kepolisian. Parsilah, Ketua RW 10 setempat menguraikan bahwa warga baru mengetahui mengenai penangkapan tersebut setelah sekian jam berselang.

Pasalnya, aksi polisi berpakaian preman yang menangkap WN(17) tersebut hanya sempat disaksikan oleh segelintir warga. Sebagai ketua RW, ia sendiri tidak mendapatkan laporan apapun mengenai peristiwa tersebut.

“Saya juga melihat karena kebetulan sedang olahraga pagi, melihat banyak orang di kos tersebut,” jelas wanita yang rumahnya bersampingan dengan kos tersebut, Rabu (5/10/2016).

Sekitar pukul 05.00 pagi itu, ia mendapati sejumlah pria berjalan melalui rumahnya menuju rumah indekos Cendrawasih tersebut. Menurutnya, kendaraan yang digunakan para pria bertubuh tegap tersebut diparkir di halaman bekas SD Kedungdowo yang berjarak beberapa puluh meter dari kos tersebut.

Tanpa banyak ribut, sekitar 10 pria mendatangi salah satu kamar kos dan keluar membawa serang pria. Menilik tampilannya, Parsilah yakin bahwa seorang pria yang dibawa belakangan tersebut bukanlah anggota kelompok yang sama. Pria tersebut juga bukanlah salah satu anggota keluarga pemilik kos maupun penghuni kos tersebut.

Sembari pria tersebut digiring, Parsilah menyempatkan diri bertanya mengenai situasi kejadian tersebut pada salah satu polisi yang lewat. “Saya tanya, katanya pelaku pembunuhan,” ujarnya.

Karena merasa bingung, ia kemudian mencari tahu dan mendapatkan info bahwa pria tersebut datang sekitar tengah malam sebelumnya. Menurutnya, pria tersebut diperkenalkan sebagai teman lama salah satu penghuni kos yang ingin menumpang sebelum melanjutkan perjalanan ke Purworejo.

Namun, tak ada yang tahu bahwa pria tersebut ternyata dicurigai sebagai pelaku kasus kriminal. Sri Mulyani, istri pemilik kamar, membenarkan bahwa ia sama sekali tak tahu mengenai pria yang sempat menginap tersebut. “Saya di belakang tidak tahu kejadiannya, saya juga tidak kenal,” jelasnya ditemui di rumah kos tersebut.

Menurutnya, ia hanya tahu bahwa pria tersebut datang ketika malam hari dan sempat bertemu anak-anaknya. Namun, ia sendiri belum sempat bertemu karena sudah berada di kamar untuk bersiap tidur ketika pria tersebut datang.