FULL DAY SCHOOL : Sekolah di Jogja Sudah Siap, tapi Permintaan Uji Coba Tak Berlanjut

Sejumlah siswa di SDN 4 Karanggede, Kecamatan Arjosari, memanfaatkan waktu istirahat untuk kegiatan bermain di halaman sekolah, Selasa (6/9/2016). (Abdul Jalil/JIBI - Madiunpos.com)
11 Oktober 2016 16:55 WIB Jogja Share :

Full day school sedianya sudah akan diujicoba di Jogja, namun urung terlaksana

Harianjogja.com, JOGJA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak melanjutkan rencana menjadikan sejumlah sekolah di DIY sebagai pilot project uji coba program full day school atau sekolah seharian.

Hingga saat ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY belum menerima tembusan lanjutan dari Kementerian untuk merealisasikan uji coba secara nyata.

Padahal awalnya, kemeterian sangat berhasrat menjadikan sejumlah sekolah di Jogja sebagai uji coba sebelum melaksanakannya secara resmi .

"Belum ada tembusan lagi. Dulu memang ada rencana untuk mengujicobakan full day school ini," papar Kepala Disdikpora DIY Kadarmanata Baskara Aji kepada Harianjogja.com, akhir pekan lalu.

Menurut dia, tidak ada kendala berarti untuk menguji coba konsep full day school ini di Jogja. Dia optimistis uji coba akan berhasil mengingat sejumlah sekolah di Jogja sebenarnya sudah ada yang menerapkan program itu jauh-jauh hari sebelum Kemendikbud mewacanakan sekolah seharian.

"Sudah ada banyak sekolah di sini yang berkonsep full day scholl, terutama sekolah-sekolah yang dulu berkonsep RSBI. Sekolah-sekolah tersebut ssitemnya full day schooll," tandas Baskara Aji.

Kendati begitu, Baskara Aji juga tidak mengetahui apabila Kementerian langsung berkomunikasi dengan dinas di daerah. Disdikpora, terang dia, bisa saja tidak mengetahui hal itu. Pasalnya uji coba full day school hanya menyasar sekolah tingkat SD. Sementara Disdikpora tidak memiliki kewenangan langsung terhadap pendidikan dasar.

"Tapi biasanya meski itu bukan kewenangan kami, dinas kabupaten dan kota biasanya tetap komunikasi ke Disdikpora. Nah, kalau uji coba full day school ini enggak," terang sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY itu.