Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Pawai bregodo di sepanjang Jalan Malioboro sampai Museum Benteng Vrederbug, Jumat (2/9/2016) sore. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Jogja butuh kegiatan yang menarik
Harianjogja.com, JOGJA-Lama inap para tamu hotel di Jogja menurut DPD Indonesian Hotel General Manager (IHGM) Jogja hanya mencapai 1,8 hari. Menurut IHGM, tingkat lama inap bergantung pada kondisi wisata di sebuah daerah.
Ketua DPD IHGM Jogja Benny Harlan menyampaikan, lama inap para tamu di hotel tidak semata menjadi tugas insan perhotelan.
Tidak hanya menjadi tugas hotel untuk meningkatkan servis pada para tamu, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pemangku kepentingan di dunia pariwisata, seperti Dinas Pariwisata, airlines, Asosiasi Perjalanan Wisata (Asita), bahkan sampai pada sopir taxi dalam menjaga komunikasi dengan klien secara lebih baik.
Dari sisi objek wisata di DIY, IHGM menyoroti bahwa selama ini yang lekat di hati wisatawan masih terbatas pada Candi Prambanan dan Borobudur. Padahal di DIY banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan lebih menarik, seperti Queen of The South yang mana tebingnya dinilai menyerupai Uluwatu, Bali.
“Pantai bagus tapi kurang terkemas dengan baik. Kalau pantainya gitu-gitu aja, nggak bisa berkembang,” kata Benny, Sabtu (15/10/2016).
Ia mengatakan, sebenarnya keberadaan acara-acara bertaraf nasional maupun internasional juga sering digelar di DIY. Namun, kerap kali gaungnya tidak menggema sampai telinga wisatawan domestik dan mancanegara.
Bersambung halaman 2
Ia mencontohkan adanya perhelatan Prambanan Jazz di komplek Candi Prambanan, banyak orang di luar DIY yang belum mengetahui hal tersebut. “Kemasan acaranya yang menarik juga jadi pemancing tamu hotel untuk memperpanjang inapnya,” kata dia, Sabtu (15/10/2016).
General Manager Hotel Pesonna Malioboro Tommy Agung Kartika yang pernah didapuk mengelola pertunjukan Java Jazz di Jakarta mengatakan, orang akan tertarik dengan hal-hal kecil namun dapat digarap dengan memuaskan.
“Misalnya bagaimana orang nonton konser antara di kursi tribun sama di VIP itu suaranya terdengar balance, sama. Orang akan tertarik dengan hal seperti itu,” ucapnya.
IHGM menilai, jika objek wisata dan kegiatan pertunjukan di DIY digarap maksimal, wisatawan akan berdatangan. Warga Jogja sendiri yang tingkat kunjungan ke objek wisatanya sendiri masih rendah juga perlu dipertanyakan.
Apakah karena memang pendapatan mereka kurang atau memang tidak tertarik mengunjungi objek wisata lokal di sekitar mereka sendiri. “Kita perlu duduk bareng mengangkat pariwisata Jogja,” pungkas Benny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
KA Prameks Jogja–Kutoarjo tambah jadwal 27 Mei–1 Juni 2026 saat libur Iduladha. Cek jam keberangkatan lengkap dan informasi perjalanan.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Iduladha 27 Mei 2026 berawan di semua wilayah dengan suhu 22–31°C dan kelembapan hingga 99 persen.
Jadwal lengkap film TV libur Iduladha 2026 di TRANS TV, ANTV, RCTI, SCTV, dan Trans 7 dari horor hingga aksi Hollywood.
FIFA umumkan hadiah Piala Dunia 2026 tembus Rp11,66 triliun, juara mendapat Rp890 miliar dan semua tim dijamin miliaran rupiah.
Studi JATO Dynamics ungkap mobil hybrid butuh jarak jauh untuk balik modal, dipengaruhi harga BBM dan selisih harga beli.