KELANGKAAN ELPIJI : Pagi Ini, Operasi Pasar Elpiji akan Digelar di Bantul

Warga membawa elpiji 3 kg dalam operasi pasar yang digelar PT Pertamian DIY di Jetis Jogja, Minggu (16/10/2016). (Desi Suryanto/JIBI - Harianjogja)
17 Oktober 2016 04:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Kelangkaan elpiji yang terjadi di Bantul akan ditindaklanjuti dengan operasi pasar

Harianjogja.com, BANTUL-Kendati selalu membantah terjadinya kelangkaan elpiji 3 kilogram di wilayah Bantul, pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul pun akhirnya menyerah. Terbukti, mereka pun memilih untuk menggelar Operasi Pasar (OP) elpiji 3 kilogram yang rencananya akan digelar, Senin (17/10/2016) pagi ini.

Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanta menjelaskan, operasi pasar rencananya akan digelar di empat titik kecamatan dengan jumlah total tabung mencapai 560 buah per titik. Masing-masing yakni Kecamatan Sanden, Kretek, Pajangan, dan Imogiri.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa OP itu digelar sebagai bukti bahwa di Bantul tengah terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram. Diakuinya, OP itu ia lakukan tak lebih dari sekadar untuk penyetabilan harga saja.

“Karena kami menemukan fakta harga yang tak seragam, terutama di kalangan pengecer,” ucapnya kepada wartawan, Minggu (16/10/2016) siang.

Ia menegaskan, fenomena kelangkaan seperti saat ini sebenarnya belum bisa dikategorikan sebagai kondisi yang genting. Menurutnya, hal ini merupakan imbas dari peningkatan permintaa konsumen terhadap elpiji 3 kilogram.

Dari hasil kajian yang dilakukannya, permintaan masyarakat terhadap gas elpiji 3 kilogram memang tengah mengalami peningkatan. Meski belum bersedia menyebutkan persentase peningkatannya, ia menegaskan peningkatan permintaan itu setidaknya terjadi di tiga kecamatan, yakni Banguntapan, Dlingo dan Imogiri.

Diperkirakannya, peningkatan itu disebabkan oleh beredarnya isu konversi dari gas elpiji 3 kilogram menuju ke 5 kilogram. “Itulah sebabnya, kami menggelar OP di Imogiri. Terkait konversi itu, saya tegaskan itu hanya isu. Masyarakat jangan termakan isu,” ucapnya.