Sebuah Desa di Perbatasan Gunungkidul Belum Terakses Layanan Perbankan

261214-RMT-BISNIS-14BANKJIBI/Bisnis/RahmatullahBEROPERASI SAAT LIBURANKaryawan tengah menghitung uang tunai yang akan disetor ke Kantor Cabang Bank Mandiri Pertamina Kramat Raya di Jakarta, Jumat (26 - 12). Sebanyak 160 kantor cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia beroperasi pada hari cuti bersama dalam rangka hari natal untuk menerima pembayaran setoran SPBU ke Pertamina serta transaksi terbatas . Di samping itu, Bank Mandiri menyiapkan Rp15,17 triliun uang tunai untuk memenuhi kebutuhan kantor caban
17 Oktober 2016 13:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati Gunungkidul Share :

OJK menargetkan tahun 2013 DIY melek keuangan

Harianjogja.com, JOGJA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY menargetkan pada 2023 nanti seluruh warga di DIY melek keuangan. Saat ini OJK bersama para pemangku kepentingan di bidang keuangan akan terus meningkatkan literasi pada masyarakat, mengingat masih ada ribuan warga yang sama sekali belum tersentuh layanan keuangan.

Kepala OJK DIY Fauzi Nugroho mengatakan, saat ini saja ada 4.000 warga di Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul yang belum mendapatkan akses bank. Rentenir banyak berkeliaran di sana karena mereka belum memiliki rekening untuk mampu mengakses kredit di bank.

“Pengurus RT akan kami latih jadi penyuluh keuangan,” kata Fauzi, belum lama ini.

Satu RT akan ada dua sampai tiga agen. Berbekal pengetahuan keuangan dari OJK, mereka menjadi agen penyuluh keuangan yang menginformasikan seputar lembaga keuangan bagi warga di sekitarnya.

Harapannya semakin lama, di daerah tersebut tumbuh keinginan warga untuk membuka rekening bank dan mengakses layanan-layanan keuangan yang ditawarkan.

Selain itu, OJK juga akan membentuk agen Layanan Keuangan tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) untuk meningkatkan angka literasi keuangan. Dengan Laku Pandai, masyarakat bisa semakin mengenal lembaga keuangan, minimal mereka bisa menyisihkan pendapatannya untuk ditabung.

Fauzi mengatakan, akses menuju Desa Mertelu memang masih susah karena daerah di perbatasan DIY dan Klaten, Jawa Tengah ini banyak yang belum diaspal.

Ia pun berharap agar pemerintah memberikan perhatian dengan meningkatkan kualitas jalan di Desa Mertelu sehingga desa terpencil ini tetap dapat terakses dengan baik dan mudah. Jika akses jalan mudah, tidak menutup kemungkinan  roda perekonomian di daerah ini akan lebih mudah berputar.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY, Bambang Setiyawan juga menilai literasi keuangan sangat diperlukan di Kecamatan Gedangsari. Ia berharap dengan literasi keuangan, masyarakat setempat semakin mengenal tentang lembaga keuangan.