Lansia Hilang 9 Hari di Paliyan Ditemukan Tewas Dekat Luweng Ngeleng
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Penemuan mayat Gunungkidul terjadi di Pantai Parangendog
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sesosok mayat laki-laki ditemukan di Pantai Parangendog, Dusun Parangrejo, Desa Girijati, Purwosari, Minggu (20/11/2016) pagi. Polisi kesulitan untuk mengungkap indetitas karena jasad sudah banyak rusak sehingga sulit untuk dikenali.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, kemarin, mayat lelaki misterius pertama kali ditemukan oleh warga yang kebetulan mancing di sekitar lokasi. Dari kejauahan, dia melihat adanya benda yang mencurigakan dan setelah didekati ternyata merupakan jasad seorang laki-laki.
Peristiwa ini pun kemudian dilaporkan ke Polsek Purwosari. Selanjutnya, para petugas dibantu oleh Anggota SAR Parangtritis mengevakuasi jasad tersebut. “Kami mendengar adanya penemuan mayat misterius di Pantai Parangendog,” kata Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto kepada Harianjogja.com, Minggu.
Namun demikian, kata Suris, mengingat jarak yang lebih dekat dengan wilayah operasional SAR Parangtritis maka proses evakuasi diserahkan ke petugas di sana.
“Kita sudah berkoordinasi dengan SAR Parangtritis dan jasad juga telah di evakuasi,” ungkapnya.
Kepala Polsek Purwosari AKP Mursidiyanto mengatakan, pasca evakuasi jasad korban sempat dilakukan visum. Hasilnya tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan. “Kemungkinan besar jasad itu karena korban laka laut. Dugaan ini menguat karena daerah tersebut banyak diketemukan jasad orang hilang,” ungkapnya.
Namun demikian, meski sudah berusaha mencari identitas korban, Mursidiyanto mengakui kesulitan untuk mengindetifikasi mayat misterius tersebut. Penyebabnya, korban tidak membawa kartu identitas sama sekali, sedang dari hasil identifikasi juga nihil karena jasad sudah mulai rusak.
Sedangkan, pihaknya hanya menemukan ciri-ciri sekunder yaitu bertinggi badan 165 cm, umur 30 - 35 tahun, berperawakan sedang, gigi bagus, tidak ompong ataupun cacat, memakai ikat pinggang kain bertuliskan EDEEGEZ, serta celana olah raga merk Nike warna hitam kombinasi merah.
“Kita sudah berusaha namun dikarenakan sudah mengapung selama tiga hari maka jasad sulit dikenali. Sedang untuk dilakukan sidik jari juga sulit karena bagian tubuh sudah banyak melepuh,” katanya.
Ditambahkannya, mengingat tumbuh yang sudah kondisi rusak maka diputuskan untuk dikebumikan di wilayah Purwosari. Dia pun berharap, jika memang ada keluarga yang merasa kehilangan segera melaporkan untuk disesuaikan dengan ciri-ciri yang telah kami dokumentasikan. “Ini merupakan jalan yang terbaik. Jadi kalau memang ada yang mencari tetap akan kami bantu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Polresta Jogja menetapkan 14 tersangka baru dalam kasus Daycare Little Aresha. Total tersangka kini mencapai 27 orang dengan 103 anak tercatat sebagai korban.
Kolombia tim terakhir lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Asia habis tak tersisa, Eropa dominan dengan 7 wakil. Simak daftar lengkap tim lolos!
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Beta Mom, gaya asuh santai yang viral di TikTok dan Wall Street Journal. Lawan helicopter parenting, fokus pada fleksibilitas dan kebahagiaan ibu-anak.
Animaccord membantah tuduhan bahwa Masha and the Bear menjadi alat propaganda Rusia. Studio menegaskan serial itu hanya mengusung nilai persahabatan dan imajina