Advertisement
BANDARA KULONPROGO : Uji Materi WTT Tak Halangi Konsinyasi
Advertisement
Bandara Kulonprogo, masalah ganti rugi ditarget selesai secepatnya.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Pembayaran ganti rugi proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) tahap ketiga dan terakhir dilaksanakan pada Senin (28/11/2016) dan Selasa (29/11/2016). Uji materi terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kulonprogo yang diajukan warga penolak disebut bukan menjadi penghambat proses tersebut.
Advertisement
(Baca Juga : http://cms.solopos.com/?p=771931">BANDARA KULONPROGO : Warga Masih Punya Waktu 6 Bulan)
Humas Proyek Pembangunan Bandara NYIA dari PT Angkasa Pura I, Didik Catur mengatakan Selasa (22/11/2016) pekan lalu, warga penolak pembangunan bandara yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) mengajukan uji materi ke Pengadilan Negeri Wates. Mereka menyatakan keberatan terhadap RTRW Kulonprogo terkait peruntukan kawasan bandara di Temon.
Didik mengungkapkan, uji materi tidak akan menghambat proses penitipan uang kepada pengadilan [konsinyasi] untuk warga terdampak yang kelengkapan berkas kuras atau yang bersangkutan tidak datang. Sebab semuanya telah diatur secara mendetail dalam peraturan berlaku.
“Sejak konsinyasi diberikan ke pengadilan secara hukum sesuai ketentuan Undang-undang No.2/2012 dan Peraturan Pemerintah No.71/2012 beserta perubahannya, status hak kepemilikan lahan punya warga yang menolak batal demi hukum dan status menjadi tanah negara,” kata Didik menjelaskan, Minggu (27/11/2016).
Sebelumnya, Ketua WTT, Martono mengatakan Peraturan Daerah (Perda) Kulonprogo terkait RTRW yang menyebut Temon diperuntukkan sebagai daerah pengembangan bandara merupakan produk dadakan. Menurut dia, kawasan tersebut sebenarnya merupakan daerah rawan bencana tsunami. RTRW Kulonprogo juga tidak sesuai dengan RTRW DIY dan pemerintah pusat.
Jika Pengadilan Negeri Wates tidak berwenang memberikan keputusan terkait uji materi, Martono berharap permohonan warga bisa diteruskan kepada Mahkamah Agung. Warga ingin berkas tersebut tetap diproses.
“Kita ajukan uji materi karena jika RTRW batal, otomatis IPL juga batal,” ucap Martono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Menkeu Tunda Pajak Marketplace, Tunggu Ekonomi Tumbuh 6 Persen
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 27 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Penataan Pantai Sepanjang Dinilai Sukses, DPRD Dorong Perluasan
- UMK Bantul Naik, Disnakertrans Intensifkan Pengawasan Perusahaan
- Status Siaga Bencana Gunungkidul Diperpanjang hingga 31 Maret 2026
- Jadwal KA Bandara YIA Reguler dan Xpress Selasa 27 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



