KECELAKAAN KULONPROGO : Anggota SAR yang Hilang di Muara Progo Ditemukan di Pantai

Ilustrasi warga tenggelam.(GhanaCrusader.com)
28 November 2016 18:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Kecelakaan Kulonprogo menimpa anggota tim SAR yang tenggelam saat menebar jaring

Harianjogja.com, KULONPROGO-Saryanto, anggota Tim SAR Pantai Trisik yang tenggelam di Muara Progo ditemukan pada Senin (28/11/2016) siang. Korban ditemukan sekitar 1/2 kilometer ke arah barat dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Samsudin, Koordinator SAR Wilayah V Glagah menjelaskan korban ditemukan sekitar pukul 11.30. Salah satu satu warga setempat yang merupakan nelayan melihat jasad korban terbawa ombak dan kemudian melaporkannya kepada petugas yang sedang menyisir lokasi.

“Jasad kemudian dibawa ke daratan oleh warga supaya tidak terseret ombak lagi,” jelasnya.

Ketika ditemukan, jasad korban masih dalam kondisi baik meski sedikit berbau tak sedap. Korban kemudian langsung dievakuasi, dimandikan dan dimakamkan oleh keluarganya siang itu juga.

Lokasi penemuan sendiri dekat dengan kediaman korban yang merupakan warga Sidoreno, Banaran, Galur. Samsudin mengatakan pencaraian sudah dilakukan selama sehari semalam sejak korban tenggelam. Petugas gabungan melakukan pencarian dengan menyisir lokasi hingga radius 4 kilometer ke arah timur dan barat.

Sebelumnya, korban tenggelama setelah terseret ombak di Muara Sungai Progo pada Minggu (27/11/2016) siang. Kejadian berawal saat korban menyebar jaring di muara tersebut dan langsung terseret arus hingga ke tengah.

Samsudin mengatakan jika saat itu ombak memang cukup tinggi dan arus sungai cukup kencang. Kejadian tersebut menyisakan sejumlah peralatan menangkan ikan milik korban beserta sejumlah ikan hasil tangkapannya.

Daliman, salah satu saksi, menjelaskan jika korban sudah tak terlihat ketika ia sampai di lokasi kejadian. Ia sendiri datang setelah rekan korban datang mengendarai sepeda motor dan meminta pertolongan sembari berteriak-teriak.

Diceritakan, korban menebar jaring sembari menariknya hingga ke tengah laut. Sementara rekannya, ikut menarik dan kemudian menarik tambangnya dari atas. Setelah beberapa saat, korban kemudian tak juga kembali ke daratan dan diduga terseret arus.