PILKADA JOGJA : Petugas Medis Bisa Nyoblos Dekat Rumah Sakit, Bagaimana dengan Pasien?

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra KumalaPanitia Pemungutan Suara menjelaskan kepada pasien yang tidak bisa memberikan suara karena tidak memiliki formulir A5 di RSUD Dr. Moewardi, Solo, Rabu (9 - 4). Pasien dan penunggu di rumah sakit tersebut tidak mengetahui jika harus memiliki formulir A5 untuk memberikan suara di TPS lain.
05 Desember 2016 19:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pilkada Jogja tidak akan menyediakan TPS khusus

Harianjogja.com, JOGJA- Petugas medis di rumah sakit bisa menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Jogja di tempat pemungutan suara (TPS) dekat tempat kerja.

Komisioner KPU Divisi Pendidikan Politik dan Humas KPU Kota Jogja, Sri Surani menyatakan untuk petugas medis yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa menggunakan hak pilihnya di TPS rumah sakit atau TPS terdekat dengan rumah sakit sekitar tempat kerja petugas medis dengan menggunakan form A5.

Form A5 sudah diurus langsung oleh penyelenggara pemilihan umum. Adapun bagi pasien dan penunggu pasien yang saat hari pemungutan suara tidak bisa menggunakan hak suaranya di TPS sesuai yang terdaftar di DPT, sambung Rani, juga boleh menggunakan hak suaranya di TPS rumah sakit atau TPS terdekat dengan rumah sakit.

"Dengan catatan harus mengurus form A5 kepada PPS di TPS awal," katanya.

Namun, bagi pasien yang kesulitan mendatangi TPS, Rani mengaku belum mendapat instruksi dari KPU pusat.

Menurut Rani, saat pilpres beberpa waktu lalu, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) atau petugas TPS mendatangi kamar pasien di rumah sakit.

Namun, dalam pilwalkot ini KPU masih menunggu instruksi lebih lanjut apakah KPPS boleh mendatangi kamar pasien atau tidak.

Jumlah TPS yang ditetapkan oleh KPU, sebanyak 794. Berkurang dari sebelumnya 796 TPS. Hal itu diakui Rani karena jumlah DPT berkurang dan ada TPS yang digabung di wilayah Gondokusuman dan Mergangsan. TPS itu juga termasuk yang ada di rumah sakit dan lapas.