PETERNAKAN GUNUNGKIDUL : Hewan Buas Sasar Hutan dekat Pantai

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Dok)
14 Desember 2016 08:55 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Peternakan Gunungkidul terganggu dengan keberadaan hewan buas.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Serangan hewan buas terus terjadi di Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul. Sepanjang tahun ini sudah puluhan ternak dimakan binatang buas.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/13/peternakan-gunungkidul-duh-serangan-hewan-buas-terus-terjadi-776273">PETERNAKAN GUNUNGKIDUL : Duh, Serangan Hewan Buas Terus Terjadi)

Kepala Polsek Purwosari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mursidiyanto menyampaikan ternak tersebut dikandangkan di sebuah hutan yang jauh dari permukiman warga. Serangan yang terjadi Minggu malam itu menambah panjang daftar ternak di Giripurwo yang mati sia-sia akibat dimangsa binatang buas. Menurut Mursidiyanto, sepanjang tahun ini sudah lebih dari 30 ternak di Desa Giripurwo menjadi mangsa binatang buas.

“Sudah puluhan ternak diserang, sudah belasan hewan yang mati,” kata dia, Selasa (13/12/2016).

Sejatinya menurut dia, warga telah berupaya memburu binatang buas tersebut. Antara lain melibatkan juru penembak. Pernah suatu kali perburuan itu berhasil menembak mati dua ekor anjing liar. Namun serangan terhadap ternak tetap terjadi sampai sekarang.

Padahal saat ini, masih ada ratusan ternak yang dikandangkan di hutan dan terancam mati sia-sia. “Setiap keluarga di Desa Giripurwo itu rata-rata memiliki ternak. Selain dikandangkan dekat rumah, kebanyakan dikandangkan di hutan. Jadi kalau ditotal jumlahnya ratusan ternak,” ujarnya lagi.

Ternak tersebut selama ini menjadi tabungan warga. Warga yang ingin menyekolahkan anak-anaknya kerap menjual ternak yang selama ini dikandangkan di hutan.

Sekretaris Camat Purwosari Esi Suharto mengatakan, di wilayahnya Desa Giripurwo paling sering diserang hewan buas. “Di sana itu terdapat hutan yang menuju ke pantai. Serangan ternak tersebut sering terjadi di hutan itu,” kata Esi Suharto. Selain Giripurwo, desa lainnya menurut Esi relatif aman dari serangan ternak.

Menurut Esi, solusi efektif mencegah serangan hewan buas tersebut yaitu memindahkan ternak-ternak tersebut ke permukiman warga. Sebab, upaya memburu hewan buas sampai sekarang tidak banyak membuahkan hasil.

“Mau tidak mau hewan itu dipindahkan ke dekat permukiman. Kalau lokasi jauh dari permukiman tetap menjadi sasaran hewan buas,” imbuhnya lagi.