Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Bupati Gunungkidul Badingah bersalaman dengan Wakil Pemimpin Perusahaan PT Aksara Dinamika Jogja Lahyanto Nadie. (Istimewa)
Prestasi daerah Gunungkidul pada 2016 ini membanggakan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sepanjang 2016, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mendapatkan 15 penghargaan di ajang nasional maupun internasional.
Penghargaan ini dijadikan sebagai motivasi untuk peningkatan mutu pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat.
Adapun penghargaan yang diberikan antara lain, Top 99 dan Top 35 untuk inovasi pelayanan publik dari Kementerian Pendayaan Aparatur Negara, Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan, Kepala Daerah Inovatif, Pelestarian Cagar Budaya dan Pegiat Budaya hingga anugrah Dana Racka 2016.
Sementara itu, di tingkat internasional di akhir September lalu, pemkab berhasil menggondol penghargaan dari UNESCO yang berkaitan dengan Geopark Gunungsewu.
“Masih ada beberapa penghargaan lainnya, tapi saya tidak bisa sebut satu persatu-satu,” kata Bupati Gunungkidul Badingah kepada wartawan, Selasa (13/12/2016).
Dari deretan penghargaan yang diterima, Badingah mengaku sangat terkesan terhadap penghargaan dari UNESCO dan BPK. Dia berdalih, untuk opini WTP merupakan suatu hal yang ingin diraih sejak beberapa tahun yang lalu dan baru bisa didapatkan di tahun ini.
Sementara untuk penghargaan UNSESCO sebagai pengukuh keberadaan Geopark Gunungsewe di mata dunia. “Semua penghargaan memiliki arti masing-masing, tapi untuk WTP dan Geopark juga sangat spesial,” katanya.
Dia pun berharap sejumlah penghargaan yang diperoleh dijadikan sebangai motivasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. jangan sampai, kata Badingah, penghargaan tersebut membuat terlena dan cenderung menurunkan kinerja.
“Harus terus ditingkatkan, terutama pelayanan terhadap masyarakat. Saya menyakini dengan peningkatan kinerja ini maka penghargaan-penghargaan yang lain akan menyusul,” tutur Bupati yang menjabat sejak 2010 lalu.
Hal senada diungkapkan oleh Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi. Menurut dia, proses pencapaian kinerja menjadi salah satu dasar untuk mendapatkan penghargaan. Salah satu contohnya, hal tersebut dapat dilihat dalam penganugerahan Dana Rakca 2016 yang diberikan pada Rabu (7/12/2016) lalu.
Diungkapkan Immawan, dalam penghargaan ini pencapaian kinerja mulai dari ketepatan mengesahkan APBD, perolehan opini WTP, penurunan angka kemiskinan hingga tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi dasar. Oleh karenanya, kinerja yang sudah terbangun harus terus bisa ditingkatkan.
“Berkat penghargaan ini [Anugerah Dana Rakca 2016], maka di 2017 pemkab memeroleh Dana Insentif Daerah,” kata Immawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 5 Juli 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
Kecelakaan di Berbah, Sleman, menewaskan pemotor setelah menabrak pembatas jalan dan terpental ke jalur berlawanan di Jalan Jogja–Solo.
Prakiraan cuaca BMKG hari ini didominasi berawan dan hujan ringan di sejumlah wilayah. Simak daerah yang berpotensi hujan dan petir.
Mediasi tunggakan gaji RSGM Bantul belum mencapai kesepakatan. Disnakertrans menjadwalkan mediasi terakhir sebelum sengketa berlanjut ke PHI.
Prediksi rupiah 6 Juli 2026 menguat ke kisaran Rp17.910 per dolar AS. Simak sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakannya.