Advertisement
Mengenal Lebih Dekat Syaiful Manan, GM The Alana yang Jatuh Cinta dengan Dunia Hospitality
Advertisement
General Manager The Alana Hotel and Convention Center Yogyakarta Syaiful Manan jatuh cinta dengan dunia hospitality sejak duduk di bangku sekolah menengah atas
Harianjogja.com, JOGJA--Passion membuat seseorang menjalankan pekerjaannya dengan penuh semangat. Seperti General Manager The Alana Hotel and Convention Center Yogyakarta Syaiful Manan yang jatuh cinta dengan dunia hospitality sejak duduk di bangku sekolah menengah atas.
Advertisement
Ia mengatakan, perjalanan kariernya di dunia perhotelan dimulai 30 tahun yang lalu saat masih duduk di kelas dua SMA di Denpasar, Bali. Saat itu akademi pariwisata masih kesulitan mencari mahasiswa karena para orangtua masih tidak ingin anaknya masuk ke perhotelan.
"Mereka [akademi perhotelan] saat itu roadshow untuk mencari mahasiswa termasuk ke sekolah saya. Saat itulah saya langsung tertarik dengan dunia perhotelan," kata dia dalam program talkshow The Captain di Star Jogja FM, Senin (16/1/2017) malam.
Sebelum kuliah di akademi perhotelan, ia sempat mengenyam pendidikan bisnis manajemen di Malang, Jawa Timur selama dua tahun. Namun, karena sudah passionnya di dunia perhotelan, akhirnya orangtuanya mau mengerti dan mau menyekolahkan di akademi pariwisata.
"Setelah masuk semester dua, saya membiayai sendiri kuliah saya sampai selesai. Saya bekerja pertama kali sebagai resepsionis di sebuah hotel bintang tiga," papar dia.
Setelah lulus, ia mencoba peruntungan di sebuah hotel bintang tiga. Kerja kerasnya mengantarkan menjadi staf terbaik. Kiprahnya di dunia perhotelan terus berlanjut sampai sekarang ia menjabat sebagai General Manager The Alana Hotel and Convention Center Yogyakarta
DIY Potensial
Ia melihat bisnis hotel ini terus bertumbuh di DIY karena potensi yang besar. DIY didukung dengan dunia pariwisata yang berkembang sehingga mampu mendatangkan banyak wisatawan.
The Alana Hotel and Convention Center Yogyakarta sendiri menempatkan diri sebagai hotel Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) sehingga tidak menjadi pesaing bagi hotel lain.
"Justru kami memberikan benefit ke hotel lain karena kapasitas kami sampai 3.000 orang dan kamarnya 263, tentu bisa mengisi okupansi hotel lain," tutur dia.
Ia memiliki tujuan yang dicanangkan yakni untuk membuat The Alana Hotel and Convention Center Yogyakarta menjadi tujuan MICE sehingga bisa bersaing kota lain.
DIY ini unik karena memiliki fasilitas MICE yang lengkap dan didukung kemajuan pariwisata. Namun, pembenahan selalu dilakukan dengan belajar dari kota lain sehingga kepuasan para tamu selalu terjamin.
"Dukungan pemerintah sudah bagus. Kami juga ikut mempromosikan Sleman. Kami optimistis semakin maju karena airport baru akan segera dibangun," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Cicilan Koperasi Desa Kini Ditanggung Negara lewat Dana Daerah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 2 April 2026
- Kulonprogo Siapkan Skema Nunut ASN untuk Tekan BBM
- KRL Jogja-Solo Padat Seharian, Ini Jadwal Kamis 2 April 2026
- Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Kamis 2 April, Perjalanan Fleksibel
Advertisement
Advertisement




