Advertisement
TAMBANG ILEGAL BANTUL : Cari Dukungan, Warga Poyahan Rangkul 4 Dusun Lain
Advertisement
Tambang ilegal Bantul, warga penolak berkeras menolak.
Harianjogja.com, BANTUL -- Warga Dusun Poyahan Desa Seloharjo, Pundong yang menolak adanya praktik penambangan pasir di wilayah mereka, terus melakukan penggalangan dukungan dari dusun lainnya.
Advertisement
Baca Juga :http://www.harianjogja.com/2017/02/11/tambang-bantul-ilegal-diduga-oknum-polisi-terlibat-ini-kata-kasatreskrim-polres-bantul-792122"> TAMBANG BANTUL ILEGAL : Diduga Oknum Polisi Terlibat, Ini Kata Kasatreskrim Polres Bantul
Hingga kini, setidaknya ada empat dusun yang kini hendak mereka rangkul. Di antaranya adalah Jelapan, Colo, Mersan, dan Gadingharjo. Secara administratif, keempat dusun yang berbatasan langsung dengan Sungai Opak itu berada di dua desa yang berbeda, yakni Seloharjo (Pundong) dan Donotirto (Kretek).
Harbi, salah satu warga RT 2 Dusun Poyahan, Desa Seloharjo menjelaskan, keempat dusun itu dipilihnya lantaran paling paling banyak memiliki warga yang kesehariannya berprofesi sebagai penambang pasir di Sungai Opak. Diakuinya, mereka melakukan penambangan pasir secara tradisional, yakni dengan cara penyelaman.
“Mereka ini sudah turun temurun menambang pasir [secara tradisional] di sini,” katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (17/2/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kopilot F-15 AS Dievakuasi ke Kuwait Usai Ditembak Jatuh di Iran
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Advertisement
Advertisement



