WISATA JOGJA : Revitalisasi Malioboro Tahap Kedua Lebih Kondusif

Rembesan air dari kios pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Malioboro masih tampak di beberapa tempat, Selasa (27/12/2016). Beberapa berasal dari air bekas cucian piring. (Holy Kartika N.S/JIBI - Harian Jogja)
14 April 2017 13:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Wisata Jogja di Malioboro terus ditata

Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY telah menjalankan proses penataan kawasan Malioboro tahap kedua sejak pertengahan Maret 2017 lalu. Penataan di tahap kedua ini relatif berjalan lebih kondusif meski jumlah pedagang kaki lima (PKL) dan komunitas lain yang berkepentingan di Malioboro tergolong banyak dibandingkan tahap pertama.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUP-ESDM DIY Muhammad Mansyur menjelaskan, proses penataan tahap kedua kini sedang berjalan antara lain, kawasan Malioboro dari depan Pasar Beringharjo hingga titik nol kilometer dan depan Gedung Agung.

Ia mengakui penataan pada tahap pertama sebenarnya juga kondusif, namun pada tahap kedua ia menilai berjalan lebih kondusif. Sebagian besar PKL mendukung pelaksanaan revitalisasi. "Kalau dulu kondusif, sekarang lebih kondusif dalam proses penataan ini," terangnya, Rabu (12/4/2017).

Ia menambahkan, sebelum melakukan pengerjaan fisik lebih dahulu menggelar musyawarah dengan melibatkan para pedagang. Pada awalnya, pihaknya merencanakan pemindahan sementara para PKL di lahan eks bioskop Indra karena banyaknya PKL dan agar mereka bisa tetap berjualan.

Akantetapi, sesuai hasil kesepakatan, para PKL dan komunitas lain di Malioboro, bahwa para PKL sepakat untuk libur selama proses pengerjaan fisik yang dilakukan secara bertahap. Kemudian PKL bisa melanjutkan berjualan ketika pengerjaan fisik dilakukan di titik lain.

"Kami sama-sama menyesuaikan, kalau ada pekerjaan [fisik] PKL libur, kalau pengerjaan selesai dilanjutkan ke titik lain, bisa berjualan lagi," ungkapnya.

Hingga pertengah April 2017 ini lanjutnya, proses penataan dinilai mengembirakan karena dampak sosial bisa diatasi. Terutama para PKL yang legowo untuk libur ketika pengerjaan fisik.

Proses pembongkaran jalur pedestrian lama hingga pengecoran tahap awal di depan Pasar Beringharjo telah selesai dilaksanakan. Saat itu, sesuai kesepakatan dengan PKL akan libur sekitar tiga pekan. Akantetapi, dalam praktiknya, sampai pengecoran tidak sampai tiga pekan.

"Sehingga PKL sudah bisa berjualan lagi. Besok juga demikian, ketika dikerjakan pemasangan traso, PKL libur lagi. Intinya pekerjaan dilaksanakan, maka PKL libur, dan PKL sudah legowo," ungkapnya.

Sementara itu Manajer Proyek Penataan Malioboro Tahap Kedua Ery Purnomo menambahkan, penataan tahap kedua saat ini sudah sampai di pengecoran tahap awal di depan Gedung Agung. Pengerjaan akan dilakukan secara bertahap kemudian berpindah ke titik lain.

Ia mengakui pengerjaan proyek di tahap kedua ini memang lebih kondusif ketimbang di tahap pertama. Selain itu, pihaknya yang juga melakukan pengerjaan di tahap pertama telah menjadikan banyak pelajaran untuk perbaikan selama proses penataan di tahap kedua.

"Saat ini berjalan normal dan lancar, kendalanya hanya cuaca saja, seperti hujan. Mudah-mudahan kendala lain tidak ada," ujarnya.