PENDIDIKAN SLEMAN : Membangun Karakter Anak Melalui Cerita Wayang

14 April 2017 01:20 WIB Sleman Share :

Pendidikan Sleman dilakukan melalui berbagai cara termasuk seni budaya

 

Harianjogja.com, SLEMAN - Pendidikan karakter kepada anak bisa dilakukan dengab beragam cara. Salah satunya, dengan kompetisi cerita pewayangan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Ayu Laksmidewi Triastika Putri mengungkapkan, Lomba Cerita Wayang tersebut bertujuan untuk membangun karakter siswa. Pasalnya, cerita pewayangan sarat dengan nilai-nilai budaya yang luhur.

"Lomba ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya Jawa sebagai budaya daerah yang menopang kuatnya budaya nasional melalui literasi," kata Ayu di sela-sela kegiatan Lomba Mewarnai dan Cerita Wayang untuk TK-PAUD dan SD/MI se Sleman di Museum Gunung Api (MGM), Rabu (12/4/2017).

Jika lomba cerita wayang diikuiti siswa SD dan MI, maka lomba mewarnai dikhususkan bagi siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Lomba Mewarnai tersebut, kata Ayu, bertujuan untuk mensosialisaikan perpustakaan sesuai dengan tahap yang mereka pahami.

"Karena anak-akank lebih mudah memahami sesuatu melalui gambar, sehingga selanjutnya mampu meningkatkan minat baca," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyampaikan, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam menunjukkan kemampuan dan kreatifitasnya.

Dengan begitu, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan dan bakatnya secara optimal. Kompetisi itu juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai budaya yang luhur serta menumbuhkan kegemaran membaca pada anak usia dini.

"Kami berharap anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa, mampu mencintai, menjaga dan melestarikan budaya daerahnya sendiri," harapnya.

Ada sebanyak 496 peserta yang mengikuti lomba tersebut. Sebanyak 146 siswa dari 49 SD/MI  mengikuti Lomba Cerita Wayang, dan 350 TK/PAUD siswa yang mewakili 17 Kecamatan mengikuti Lomba Mewarnai. Adapun yang menjadi Dewan Juri untuk Lomba Cerita Wayang diantaranya adalah CS Hasmoro,Budayawan Parjaya,  Suyami dari Balai Pelestarian Nilai Budaya, dan Dosen ISI Jogja Gogor Bangsa.