TRADISI BANTUL : Warga Semarakkan Kirab Budaya hingga Kembul Bujono Merti Dusun Kedon

Barisan bergodo semarakkan kirab budaya dalam rangka Merti Dusun di Kedon, Sumbermulyo, Bambanglipuro pada Minggu (16/4/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI - Harian Jogja)
17 April 2017 14:16 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Tradisi Bantul di Dusun Kedon digelar berupa Merti Dusun

Harianjogja.com, BANTUL--Sedikitnya 800 warga Kedon, Sumbermulyo, Bambanglipuro mengikuti kegiatan kirab budaya dalam rangka Merti Dusun pada Minggu (16/4/2017). Acara ini merupakan acara tahunan yang digelar setiap empat tahun sekali.

Ketua Panitia Merti Dusun, Subardi, mengatakan kegiatan ini digelar sebagai wujud rasa syukur warga atas hasil panen padi dan palawija yang melimpah pada musim tanam kedua kemarin. Merti Dusun ini juga bertujuan untuk melestarikan kebudayaan dan menjaga kerukunan warga.

Menurut Subardi, Merti Dusun tahun ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Selain jumlah peserta kirab yang jauh lebih besar yakni sebanyak lima kelompok dari masing-masing RT, kirab budaya juga diikuti oleh bregodo prajurit dan kelompok kesenian reog wayang orang dari pemuda desa setempat.

"Kalau pada kegiatan Merti Dusun sebelumnya hanya digelar dengan kegiatan kenduri bersama dan pementasan wayang kulit,” kata dia.

Subardi menambahkan, ada arakan lima gunungan yang tersusun dari berbagai hasil bumi dan buah-buahan dan dibawa berkeliling kampung. Sedangkan sebelum kirab budaya dimulai, ada upacara pelepasan bregodo di lapangan bola voli kampung setempat.

Seusasi kirab budaya keliling kampung dilangsungkan, seluruh gunungan dan ubo rampenya didoakan dengan dua tata cara agarama yakni Islam dan Katholik. Selanjutnya, lima gunungan diperebutkan oleh ratusan warga yang menyaksikan jalannya kirab budaya.

Rangkaian kegiatan kirab budaya gunungan diakhir dengan acara kembul bujono atau makan bersama seluruh warga. Warga juga dihibur dengan pementasan kesenian Reog Wayang Orang Kusumo Yudho yang dimainkan oleh puluhan penari remaja putera puteri kampung setempat.

“Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Puncaknya besok tanggal 25 April ada pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Seno Nugroho,” ujar Subardi.