UMKM Sleman Perlu Website sebagai Identitas, Berapa yang Sudah Punya?

Online Marketing Key Can Be Blogs Websites Social Media Or Email Lists
23 April 2017 04:22 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

UMKM Sleman didorong mempromosikan usaha di dunia maya

Harianjogja.com, SLEMAN -- Banyaknya pengguna internet di Indonesia menjadi peluang bagi pengusaha untuk mempromosikan produknya melalui sistem online, salah satunya website.

Senior Investment Risk Officer PT Mandiri Capital Indonesia Rabbi Amrita Givatama mengatakan, jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia sekitar 60 juta tetapi sebagian besar belum memanfaatkan teknologi. Baru sekitar 30% dari jumlah UMKM tersebut melakukan pembukuan menggunakan komputer dan 9% melakukan penjualan melalui e-commerce.

Berdasarkan data yang ia terima, sebanyak 55% dari total jumlah penduduk Indonesia sebanyak 262 juta sudah mengakses internet. Sebanyak 106 juta UMKM sudah mengakses media sosial dan 92 juta UMKM sudah melakukan hubungan sosial melalui media sosial. "Ini peluang bagi UMKM untuk go digital," tuturnya dalam acara Mandiri Edukasi di D'Padukan, Pakem, Sleman, Kamis (20/4/2017) malam.

Cara yang dapat dilakukan UMKM untuk memanfaatkan sistem digital yaitu dengan membuat website dan media sosial seperti Facebook dan Instagram sebagai media promosi. Website menurutnya penting karena bisa menjadi identitas. Profil usaha dapat ditampilkan dengan menampilkan keunggulan produk yang menarik untuk dijual. "Kalau media sosial bisa untuk jualan karena gratis dan seluruh masyarakat bisa menggunakan dan mempromosikan sampai pelosok," katanya.

Namun menurutnya, sistem digital yang dapat dimanfaatkan UMKM tidak hanya website dan media sosial. Mandiri Capital saat ini memiliki platform digital bernama Startup Berbagi yang berisi fitur-fitur pendukung berbisnis online. Platform ini membantu pengusaha online yang ingin berkembang.

Di dalam Startup Berbagi, ada beragam fitur yang ditawarkan. Seperti Konektifa Aplikasi Manajemen untuk membantu mengelola bisnis secara digital, fitur Pick Pack yang menjadi solusi pick up packing dan pengiriman barang melalui mobile apps dan website, serta adapula fitur Mikrobiz yaitu sebuah micro-core banking sistem untuk Lembaga Keuangan Mikro.

Rabbi mengatakan, Bank Mandiri mendorong UMKM untuk mau membuat laporan keuangan yang rinci dan berkala. Hal tersebut sangat bermanfaat ketika pebisnis membutuhkan pinjaman bank guna mengembangkan bisnisnya. "Keuangan rapi akan lebih mudah diakses oleh bank. Pinjaman bank utk mengembangkan. Bank akan merasa nyaman untuk memberi pinjaman saat keuangannya tertata," ujarnya.

Laporan keuangan pun juga dapat dilakukan secara online. Menurutnya, saat laporan keuangan dilakukan melalui sistem digital maka hasilnya akan lebih akurat dan berbeda dengan saat ditulis tangan.

Asistant Vice President Care Bank Mandiri Indra Ningsih mengatakan, Mandiri Edukasi bertema UMKM Goes to Digital tersebut digelar atas kerjasama dengan anak perusahaan Bank Mandiri, di antaranya Mandiri Capital, Mandiri in Healt, dan masih banyak lagi. "Kita ingin memasyarakatkan literasi keuangan pada masy, tidak hanya produk perbankan," katanya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di 10 kota di Indonesia. Jogja sendiri merupakan kota ke-4 yang dikunjungi.