Wah, DIY Tak Lagi Favorit Wisatawan

03 Mei 2017 21:40 WIB Sleman Share :

Urutan Jogja saat ini tergeser ke urutan enam atau tujuh destinasi wisata di Indonesia

Harianjogja.com, SLEMAN—Para pelaku wisata dan pemangku kebijakan diharapkan membenahi kondisi http://www.harianjogja.com/baca/2016/02/28/wisata-jogja-5-air-terjun-jogja-ini-paling-hits-di-sosmed-695783">wisata di DIY. Penyebabnya, peringkat Jogja sebagai destinasi wisata kedua setelah Bali sudah bergeser.

Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2017/04/17/wisata-jogja-baru-40-usaha-pariwisata-tersertifikasi-810211">WISATA JOGJA : Baru 40% Usaha Pariwisata Tersertifikasi

Wakil Ketua Asosiasi Tour dan Travel Agen Indonesia (Asita) DIY Bobby Ardyanto mengatakan DIY bukan lagi menjadi tujuan wisata kedua setelah Bali yang difavoritkan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Posisi DIY atau yang lebih kondang disebut Jogja, bahkan tergeser oleh daerah lain yang terus membenahi lokasi wisatanya. Urutan Jogja saat ini tergeser ke urutan enam atau tujuh destinasi wisata di Indonesia. “Ada banyak versi dengan dasar penilaian yang berbeda tapi semuanya menempatkan Jogja bukan lagi di peringkat kedua setelah Bali," katanya kepada Harian Jogja, Rabu (3/5/2017).

Ada sejumlah alasan yang menyebabkan tergesernya Jogja sebagai destinasi favorit wisatawan, salah satunya destinasi wisata di Jogja dinilai paling mahal sehingga membebani wisatawan. Tarif wisata candi misalnya. Tarif masuk Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko saat ini masing-masing dibanderol Rp40.000 bagi wisatawan domestik dewasa sedangkan anak-anak dikenakan Rp20.000 per orang.

Sementara wisatawan mancanegara kini dikenakan tarif masuk sebesar US$25 atau berkisar Rp333.000 untuk dewasa sedangkan anak dikenakan harga US$15 atau sekitar Rp20.000 per orang. “Mahalnya tiket destinasi jelas itu hal yang utama,” papar Bobby.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan penentuan dan pengelolaan tiket untuk Candi Prambanan dan Ratu Boko murni dilakukan oleh PT.Taman Wisata Candi. Dia berjanji akan membahas masalah tersebut saat rapat koordinasi dengan TWC demi meningkatkan layanan dan kunjungan wisatawan ke Sleman.