Harga Terong Stabil Petani Untung

Salah seorang petani di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kartini, sedang menyiram tanaman terong miliknya, Minggu (14/5/2017). (JIBI - Irwan A. Syambudi)
15 Mei 2017 14:04 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Harga jual terong yang cenderung stabil membuat petani di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari diuntungkan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga jual terong yang cenderung stabil membuat petani di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari diuntungkan. Selain untuk dijual petani juga menanam terong untuk dikonsumsi sendiri.

Memanfaatkan lahan yang masih kosong pada lahan garapan, salah seorang petani di Desa Kepek, Kartini menggunakan lahan tersebut untuk menanam terong. Dia memilih tanaman terong karena harga jual terong di Wonosari dan sekitarnya cukup stabil.

Saat harganya turun tidak terlalu banyak begitu juga jika harga naik juga tidak terlalu tinggi. “tanam terong hasilnya lumayan,” kata dia, Minggu  (14/5/2017).

Kartini mengatakan, harga jual terong saat ini mencapai Rp5.000 per kilogram. Saat penen dia mendapatkan hasil yang cukup lumayan. Belasan kilogram terong dapat dia petik meskipun dia hanya mananam di lahan sisa tanaman jagung, yang luasnya sekitar 100 meter persegi.

Dia mengaku menanam terong cukup menguntungkan. Perawatannya pun tak begitu sulit, hanya perlu disiram jika hujan tak turun dan cuaca panas terlalu terik. “Lumayan juga hasilnya. Perawatanya tidak sulit harga jualnya juga bagus, dan kalau tidak laku ya bisa dikonsumsi sendiri,” ungkapnya.

Namun demikian, meskipun terong perawatanya relatif mudah tidak lantas kebal terhadap hama. Menurut Kartini hama yang menjadi musuh bagi petani terong yakni kutu loncat, hama jenis ini sangat sulit dibasmi. Untuk mengantisipasi hama tersebut petani biasanya menggunakan pestisida.