Kerajinan Kayu Desa Putat Diekspor Hingga Taiwan

Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan proses pembuatan kerajinan kayu di bengkel Vinda Batik Craft (VBC) milik Sardi, di Dusun Batur, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Senin (15/5/2017). (JIBI - Irwan A. Syambudi)
16 Mei 2017 18:03 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Dusun Batur, Desa Putat, Kecamatan Patuk menjadi salah satu sentra kerajinan kayu

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dusun Batur, Desa Putat, Kecamatan Patuk menjadi salah satu sentra kerajinan kayu. Bahkan salah satu jenis kerajinan yakni kayu alfabet telah menjadi andalan dan diekspor hingga Taiwan untuk dijadikan alat pembelajaran.

Kepala Desa Putat, Sukardi mengatakan selain ada desa wisata yang terus dikembangkan di Dusun Plungbungan. Kini kerajinan kayu di Dusun Batur juga terus didorong untuk dikembangkan agar menjadi salah satu produk andalan di Desa Putat.

Dia mengatakan, Dusun Batur yang memiliki sekitar 60 kepala keluarga itu hampir 80% diantaranya menjadi perajin kayu. “Semuanya kebanyakan menjadi perajin kayu. Produk mereka bahkan ada yang dijual sampai mancanegera,” kata dia, Senin (15/5/2017).

Salah seorang perajin kayu asal Dusun Batur, Sardi mengatakan sudah sejak enam tahun terakhir dia rutin mengirim produksi kerajinannya ke Taiwan. "Khusus untuk kerajinan kayu alfabet rutin setiap tiga bulan sekali saya kirim ke Taiwan," ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Kerajinan kayu alfabet itu, kata dia di Taiwan banyak dimanfaatkan sebagai alat belajar di sekolah. Anak-anak di tingkat taman kanak-kanak dikenalkan huruf melalui kegiatan mewarnai kerajinan berbentuk abjad itu.

Selain sebagai alat pembelajaran, kerajinan kayu berbentuk abjad itu juga banyak diminati untuk dijadikan nomor rumah ataupun hiasan ruangan. Sehingga kerajinan kayu yang dia rintis sejak 1998 itu tak pernah sepi pesanan.

Sardi mengatakan untuk satu kali kirim ekspor ke Taiwan saja misalnya dia harus menyiapkan sekitar 3.000 biji alfabet. “Kalau alfabet setiap bijinya saya jual Rp6.500 hingga Rp7.500. untuk kerajinan lain seperti topeng ada yang saja jual Rp350.000,” jelasnya.

Di bengkel kerajinan miliknya yang diberi nama Vinda Batik Craft (VBC), memang tidak hanya kerajinan kayu alfabet saja yang diproduksi. Sejumlah kerajinan kayu seperti topeng, wayang, gantungan kunci, dan nampan juga tidak kalah laris dipesan.

“Selain alfabet, topeng batik ini juga banyak diminati terlebih wisatawan mancanegara lebih suka dengan topeng batik yang memilik ciri khas Indonesia,” kata bapak dua anak ini.