Awal Ramadan, Pasar Masih Sepi

Salah seorang pedagang kue kering di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari, Suyan sedang menutup etalase kiosnya. Selasa (30/5/2017). (JIBI - Irwan A. Syambudi)
31 Mei 2017 17:20 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Pada awal bulan puasa, suasana pasar tradisional masih sepi transaksi jual beli

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pada awal bulan puasa, suasana pasar tradisional masih sepi transaksi jual beli, kondisi lengang dan banyak pedagang tutup lebih awal. Diperkirakan aktivitas pasar akan ramai pada sepekan menjelang Hari Raya Lebaran.

Salah seorang pedang sembako di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari, Kasmi mengakui selama tiga hari memasuki Ramadan, pembeli belum begitu ramai. “Masih sepi pembeli, biasanya nanti nanti menjelang lebaran baru ramai,” kata dia, kepada Harianjogja.com, Selasa (30/5/2017).

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, sejumlah los pedagang di Pasar Argosari sudah mulai tutup pada Pukul 14.00 WIB. Salah seorang pedagang kue kering Suayan memilih tutup karena selain sepi, usianya yang sudah menginjak 60 tahun lebih tak itu tak lagi kuat menjaga dagangan hingga sore hari.

Suyan mengatakan berdasarkan tahun-tahun sebelumnya memang pada awal Ramadan  masih sepi pembeli. Kata dia jualan kue keringnya itu akan laris sekitar hari ke-21 pada bulan puasa. “Kalau setelah hari ke-21 dan satu minggu setelah lebaran itu biasanya malah ramai,” ujar dia.

Sementara itu sebagian pedagang yang masih menjajakan daganganya berupa sembako maupun pakain hanya duduk-duduk, dan tertidur di dekat dagangannya sembari menunggu pembeli.

“Sampai siang ini belum ada satupun pembeli. Beberapa orang hanya menanyakan harga dan sekedar memilih, tetapi akhirnya tidak membeli,” kata Sriatun salah satu pedagang pakaian yang berada di los lantai dasar Pasar Argosari Wonosari.

Hal yang sama juga diakui salah satu pedagang daging, Boyem. Deretan pedagang dalam satu los ini, banyak yang menganggur dan nyaris tanpa ada pembeli. Meski diakui, untuk harga relatif stabil. Namun tidak menunjukkan adanya peningkatan pembelian untuk jenis daging sapi mesti, harga tidak bergerak dari Rp 120.000 untuk setiap satu kilogramnya sejak menjelang puasa lalu.

Sepinya pengunjung juga nampak di pasar Playen. Satu-satunya pasar tradisional terbesar di Kecamatan Playen ini justru sebagian besar pedagang memilih tutup. Meski ada beberapa pedagang yang tetap membuka usahanya, tetapi nyaris tanpa pembeli.

“Suasana pasar memang masih sangat sepi. Makanya banyak teman-teman yang tutup. Tetapi nanti tiga atau empat hari lagi, pasti buka kembali,” kata salah satu pedagang alat dapur dari gerabah, Siti.