Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul M Zaenuri Ikhsan menilai proses verifikasi faktual terhadap partai lama akan berdampak terhadap tahapan pemilu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul M Zaenuri Ikhsan menilai proses verifikasi faktual terhadap partai lama akan berdampak terhadap tahapan pemilu yang telah berlangsung. Kendati demikian, apapun keputusan dari pusat, KPU siap melaksanakannya.
“Saat ini kami masih menunggu petunjuk teknis untuk verifikasi faktual dari KPU pusat,” kata Ikhsan kepada wartawan, Senin (15/1/2018).
Menurut dia, keputusan MK yang mengabulkan permohonan agar partai lama ikut diverifikasi faktual akan membuat tahapan pemilu sedikit berubah. Untuk kepastian, Ikhsan mengaku belum tahu karena proses masih dibahas antara KPU Pusat dengan Komisi II DPR terkait dengan tindaklanjut keputusan tersebut.
“Rapat Dengar Pendapat [RDP] yang digelar ada 3 isu penting terkait dengan tindaklanjut putusan MK. Opsi dari tindaklanjut dilakukan dengan revisi terbatas terhadap Undang-Undang No.7/2017 tentang Pemilu, penerbitan Perppu atau pelaksanaan verifikasi faktual yang diperpendek waktunya,” ungkapnya.
Keberadaan tiga opsi dalam menindaklanjuti putusan MK, Ikhsan mengaku meyerahkan sepenuhnya ke Pusat. Baginya, KPU di daerah sebatas menjalankan ketugasan yang diinstruksikan.
“Apapun hasil yang diputuskan, kami di daerah siap menjalankan. Yang jelas adanya verifikasi faktual terhadap partai lama akan berpengaruh terhadap proses tahapan pemilu 2019,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Ikhsan, untuk verifikasi faktual baru dilakukan ke empat partai baru, yakni Partai Solidaritas Indonesia, Perindo, Garuda dan Berkarya. Untuk saat ini, lanjut dia, KPU Gunungkidul masih menunggu proses perbaikan hasil verifikasi faktual terhadap PSI, Garuda dan Berkarya.
“Kalau untuk verifikasi faktual 12 partai lama masih tunggu aturan, tapi sejak tahapan pemilu dimulai, KPU sudah mengimbau agar pengurus menyiapkan segala kebutuhan dalam verifikasi. Jadi nanti saat akan diverifikasi, partai lama tidak lagi disibukkan dengan urusan dalam penyiapan berkas-berkas yang dibutuhkan selama di lapangan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Polresta Jogja menyatakan dugaan pungli dan pemerasan terhadap Bolosego di Alkid tak memenuhi unsur pidana setelah memeriksa 17 orang.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.