Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Perairan Tanjung Kesirat Gunungkidul
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Ketidaklancaran distribusi pupuk membuat biaya membengkak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Proses distribusi pupuk masih menjadi kendala bagi pentane di Gunungkidul. Mereka pun berharap kelancaran dalam distribusi bisa dijaga sehingga hasil panen dapat lebih maksimal.
Salah satu harapan agar ada jaminan distribusi pupuk disuarakan oleh Ketua Kelompok Tani Ngudi Mulyo di Desa Bendung, Kecamatan Semin Sakino. Menurut dia, distribusi pupuk belum lancar karena masih ada keterlambatan pengiriman sehingga pasokan ke petani menjadi terganggu.
“Contohnya terjadi pada Oktober lalu saat masa tanam pertama dimulai. Saat itu, pupuk bersubsidi datang terlambat sehingga petani sempat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan,” kata Sakino kepada Harianjogja.com, Sabtu (3/2/2018).
Ia mengaku tidak tahu penyebab terjadinya keterlambatan dalam pasokan, apakah terjadi mulai dari tingkat distributor, agen dan pengecer. Menurut Sakino, keterlambatan pasokan akan berpengaruh terhadap masa pemeliharaan tanaman. “Intinya kami berharap agar pasokan terus lancar sehingga upaya pemeliharaan tidak mengalami kendala sehingga panen yang dihasilkan dapat maksimal,” ungkapnya.
Pada saat terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi, para petani terpaksa membeli pupuk dengan harga normal. Kondisi ini pun berdampak terhadap biaya yang dikeluarkan para petani karena harga pupuk non subsidi lebih mahal. “Harganya dua kali lipat lebih mahal dari pupuk bersubsidi. Jadi kalau pasokannya tidak lancar, tidak hanya mengganggu masa pemeliharaan, tapi juga biaya yang dikeluarkan lebih banyak,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi masalah kelangkaan pupuk bersubsidi, para petani di Desa Bendung tidak hanya mengandalkan pupuk nonsubsidi. Namun, pada saat pemeliharaan juga sering memanfaatkan keberadaan pupuk organik cair. “Tapi, masalahnya untuk penggunaan pupuk organik lebih ribet karena penyemprotan yang dilakukan lebih sering ketimbang menggunakan pupuk kimia,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Ketua Kelompok Petani Dusun Selang III, Selang, Wonosari Sudadi. Menurut dia, keberadaan pupuk sangat penting bagi petani. Oleh karena itu, pemerintah diminta dapat menjamin ketersediaan pasokan.
Sudadi pun berharap dengan adanya kartu tani dapat memberikan manfaat bagi petani. Terlebih lagi, pada prosesnya kartu tersebut akan digunakan sebagai sarana pemeberian bantuan secara langsung ke petani. “Memang saat ini belum difungsikan, tapi kartu tani akan dijadikan sarana pemberian bantuan ke petani secara langsung berdasarkan berdasarkan atas kelompok,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia di Masjid Temon, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Prakiraan cuaca DIY Selasa 6 Oktober 2026 menunjukkan potensi udara kabur di Sleman dan suhu maksimum 35°C di Kota Jogja.
Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengajak siswa SMPN 3 Kokap menjauhi judi online, radikalisme, dan perundungan serta melanjutkan pendidikan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Alkid dan MPP Balaikota. Cek jam layanan dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 tersedia mulai dini hari hingga malam. Cek rute dan tarif Rp80.000.