Advertisement
Bus Baru Keliling Ring Road, Ini Tanggapan Warga Jogja
Advertisement
Warga anggap bus baru tak secepat ojek online.
Harianjogja.com, JOGJA--Per 1 Maret 2018, DIY kedatangan angkutan umum baru, yang khusus beroperasi di sepanjang Ring Road. Ada empat bus yang disiapkan dengan tarif sebesar Rp4.000. Namun, keberadaan bus keliling Ring Road tak disambut antusiasme yang tinggi dari warga DIY.
Advertisement
Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DIY Hari Agus Triyono mengatakan bus keliling Ring Road mulai beroperasi sejak 1 Maret hingga akhir tahun 2018. Dahulu pada 2016, angkutan ini juga pernah beroperasi, tapi hanya sebulan saja.
Bagi masyarakat yang hendak memanfaatkan layanannya, bisa menunggu di area Bandara Internasional Adisujtipto, Terminal Giwangan, Jombor dan Gamping. Di beberapa tempat, haltenya terintegrasi dengan halte Trans Jogja. Agus mengatakan bus keliling akan diintegrasikan dengan Trans Jogja. “Utamanya orang yang masuk Jogja bisa turun di titik simpang, misalnya, turun di Perempatan Bantul dan disambung dengan Trans Jogja,” ucapnya Jumat (2/3/2018).
Ia berujar, keberadaan bus keliling Ring Road ini bisa jadi penambal bagi jalur-jalur yang belum terlayani transportasi umum. Contoh jalur yang belum terlayani angkutan umum secara langsung adalah rute Gamping menuju Bandara Adisutjipto dan Jombor menuju ke arah Parangtritis.
Adapun operator bus adalah Perum Damri, tapi busnya sendiri merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan. Biaya operasionalnya juga dari Pemerintah Pusat. Karena pusat hanya menganggarkan operasional bus keliling Ring Road sampai akhir tahun, jadi di tahun depan, angkutan ini belum jelas betul nasibnya. “Mudah-mudahan tahun berikutnya ada bantuan operasional lagi,” terang Agus.
Keberadaan moda transportasi itu nyatanya tidak disambut dengan antusias oleh beberapa warga DIY. Salah satunya Neni, warga Godean, Sleman. Ia mengatakan bus keliling Ring Road tak akan jauh berbeda dengan Trans Jogja, karena armada yang disediakan hanya empat.
“Waktunya pasti lama. Mesti kalah sama Gojek. Terlalu lama nunggu, ya mending pakai Gojek. Kecuali yang sepuh-sepuh yang belum melek teknologi mungkin akan pakai itu,” jelasnya.
Rama, warga Kauman, Kota Jogja menganggap keberadaan bus itu tidak akan banyak berguna di tengah gempuran angkutan berbasis aplikasi. “Buat apa coba? Malah bikin jalanan tambah macet. Sekarang kan sudah banyak taksi online di DIY.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dalam Sepekan Sulawesi Utara Diguncang Puluhan Gempa, Ini Polanya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Anggaran Diperketat, Status PPPK di DIY Tetap Aman
- Warga Mantrijeron Titip Motor Saat Mudik Malah Dicuri Tetangga Sendiri
- Puskesmas Tak Mampu, Damkar Lepas Cincin Bocah di Kulonprogo
- Cegah Gagal Panen, Bantul Perkuat Irigasi dengan 5.000 Pompa
- THR Gunungkidul Aman, Tak Ada Aduan Masuk hingga Posko Ditutup
Advertisement
Advertisement




