KECELAKAAN KULONPROGO : Tanah Amblas, Truk Bermuatan Batu Andesit Terguling ke Jurang

02 Maret 2018 15:55 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Sebuah truk bermuatan Batu Andesit terguling ke lahan warga yang terletak di Dusun Paingan, Pengasih

 

Harianjogja.com, KULONPROGO - Sebuah truk bermuatan Batu Andesit terguling ke lahan warga yang terletak di Dusun Paingan, Pengasih, Jumat (2/3/2018). Kejadian bermula akibat amblasnya tanah yang digunakan menumpu truk tersebut.

Kejadian itu berawal ketika sopir truk bernomor polisi AB 8298 CT bernama Danang Dwi Saputro, 31, sedang melintas di Jalan Pengasih - Nanggulan. Berjalan menuju arah Nanggulan, truk berwana kuning itu menepi untuk memberikan jalan kepada kendaraan lain.

Namun saat menepi tanah yang dipijak roda sebelah kiri malah ambles dan mengakibatkan truk mengguling ke pekarangan warga.

Seorang warga setempat Paniyo, 48, mengungkapkan bahwa dirinya hanya mendengar dua atau tiga kendaraan besar melintas di jalan tersebut. Dirinya juga mendengarkan salah satu kendaraan yang ia duga ialah kendaraan truk juga berhenti saat itu. Tak lama kemudian dirinya mendengar suara benda terjatuh.

"Saat itu sekitar pukul 09.00 WIB, Saya sedang di rumah, kemudian saya mendengar kendaraan bersliweran. Terus disusul suara keras berbunyi mak bruk," jelasnya.

Begitu keluar rumah dan berjalan menuju jalan itu, Paniyo tidak melihat kendaraan atau benda lainnya terjatuh. Namun melihat tanah samping jalan yang ambles di dua titik, meyakini bahwa sebuah kendaraan telah terguling masuk ke jurang.

"Saya cari asal suaranya kok tidak ada apa-apa di jalan. Begitu melihat tanah pelebaran jalan kok blesek, saya ikuti. Eh ternyata truknya sudah tengkurap," jelasnya.

Benar saja sebuah truk yang dikendarai warga Gedeng, Bangunjiwo,  Kasihan, Bantul itu Paniyo temukan telah tengkurap setelah jatuh ke dalam jurang setinggi tiga meter. Seorang supir juga turut keluar dalam kejadian itu. "Supirnya ke arah utara, tidak tahu lagi pergi ke mana dirinya," jelasnya.

Paniyo menambahkan tanah di samping aspal itu memang masih lunak semenjak dilakukan penambahan luasan jalan. Dimana menurutnya tanah tersebut sering amblas walaupun tidak ada kendaraan yang melintas.

"Tanahnya inikan diisi karena untuk pelebaran jalan. Tetapi tanah yang diberikan tidak padat, jadi sering ambles," katanya

Sementara Kapolsek Pengasih, Kompol Salim mengungkapkan bahwa kejadian tersebut diakibatkan pengemudi bernama Danang sengaja memberi jalan untuk kendaraan lawan arah yang berusaha melintas. Namun Danang salah mencari tempat berhenti yang sebagian pijakannya ialah tanah yang mudah ambles.