Ini Bukti BBM Bersubsidi Semakin Ditinggalkan

12 Maret 2018 15:40 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Pangsa pasar premium tinggal 15%.

Harianjogja.com, JOGJA--Komposisi pengguna bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di DIY terus turun. Banyaknya kendaraan yang kini dianjurkan menggunakan bahan bakar khusus, turut memberikan kontribusi dalam mengurangi penggunaan BBM PSO.

Area Manager Communications & Relations PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Wilayah Jawa Bagian Tengah dan DIY, Andar Titi Lestari mengatakan berkurangnya penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap menurun secara alami. Salah satu faktor pendorongnya yakni dengan banyaknya ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) kendaraan yang kini lebih menganjurkan penggunaan bahan bakar dengan oktan di atas 90.

"Sekarang ini mobil-mobil atau sepeda motor baru sebagian besar mesinnya sudah menggunakan mesin yang hanya boleh dianjurkan menggunakan bahan bakar khusus. Jadi pengurangan itu akan terjadi dengan sendirinya, karena berkurangnya pengguna BBM PSO," ujar Andar, Senin (12/3/2018).

Secara tidak langsung, dengan adanya kendaraan baru yang diharuskan menggunakan bahan bakar khusus, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengurangan penggunaan BBM PSO, seperti bensin maupun solar. Bahkan, kata Andar, gencarnya isu-isu lingkungan yang banyak dikampanyekan juga turut mendorong penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan.

Branch Manager Pertamina DIY Surakarta, Dody Prasetyo menambahkan upaya penggunaan bahan bakar khusus seperti pertalite, pertamax, pertamax dex hingga dexlite terus digalakkan di DIY. Sebanyak 105 SPBU di DIY, sebagian besar telah dilengkapi dengan produk-produk BBK.

"Terutama Dexite, produk ini sudah tersedia di kurang lebih 32 SPBU di DIY. Bahan bakar ini, selalu kami anjurkan untuk digunakan kendaraan seperti truk karena dibandingkan solar, Dexlite jauh lebih ramah lingkungan, kadar sulfurnya juga sangat rendah," jelas Dody.

Tahun lalu, kata Dody, pangsa pasar produk BBM PSO, yakni premium berkisar 25%-35%. Saat ini, pangsa pasar premium semakin turun dan pada awal 2018 ini hanya menyisakan 10%-15% saja.

Dody mengungkapkan semakin turunnya market share dari Premium menunjukkan kesadaran masyarakat untuk beralih pada produk BBK semakin meningkat. Pangsa pasar untuk produk BBK sekarang sudah berkisar antara 85%-90%.

"Di wilayah DIY dan Jawa Tengah, pengguna BBK ini berada di peringkat teratas dibandingkan BBM PSO," imbuh Dody.

--