PMI DIY Beri Bantuan Korban Bencana

16 Maret 2018 05:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Bantuan diberikan karena desa ini menjadi salah satu desa yang rawan bencana

Harianjogja.com, SLEMAN-Sebagai upaya mengurangi risiko bencana, Palang Merah Indonesia (PMI) DIY menyalurkan bantuan kepada warga Sumberharjo, Prambanan, Kamis (15/3/2018). Bantuan diberikan karena desa ini menjadi salah satu desa yang rawan bencana.

Ketua PMI DIY, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo mengatakan, selain di Sumberharjo bantuan serupa juga disalurkan ke beberapa kabupaten di DIY. "Bantuan ini merupakan salah satu upaya yang kami lakukan untuk mengurangi risiko bencana," katanya di sela-sela penyerahan bantuan kepada warga Sumberharjo di Bukit Teletubbies, Sumberharjo.

Bantuan yang diberikan berupa 100 buah Alquran, delapan buah angkong, 10 buah sabit, 13 buah cangkul, 29 buah sekop, 37 buah panci, 37 buah selimut, 37 paket hygiene kit, 37 paket family kit, 30 paket baby kit, 21 buah terpal, dan 15 stel jas hujan.

"Kami berharap masyarakat dapat sadar akan kemungkinan bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Apalagi Sleman memiliki beberapa potensi ancaman bencana alam," katanya.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan di Kecamatan Prambanan terdapat 38 Kepala Keluarga dengan 150 jiwa yang harus direlokasi. Mereka tidak bisa kembali mendiami rumahnya akibat bencana alam. Bantuan yang diberikan tersebut dinilai Sri sangat membantu warga terdampak bencana.

"Korban bencana tengah berupaya bangkit kembali dari keterpurukan dan berupaya melaksanakan rehabilitasi pasca bencana alam yang terjadi,” kata Sri.

Sri berharap upaya penanganan korban bencana di Sleman dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan intensif. Termasuk adanya pendampingan bagi penerima bantuan agar pemanfaatannya tepat sasaran. Dia mengakui jika Sleman merupakan daerah yang memiliki berbagai potensi bencana. Namun di balik itu, dari komposisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis, Sleman juga menyimpan potensi bencana yang diakibatkan faktor alam maupun non alam.

"Kami berharap bencana tidak lagi terjadi. Kalaupun terjadi, semua komponen harus lebih siap dan melakukan upaya mitigasi lebih baik lagi. Ini penting agar jatuhnya korban baik jiwa maupun materi dapat lebih diminimalisir," harapnya.