Advertisement
Polisi, Akademisi dan FKUB DIY Deklarasikan Antihoaks
Ilustrasi hoaks. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DIY dan Polda DIY menyelenggarakan saresehan di Ruang Student Lounge, Kampus II, Thomas Aquinas, UAJY, Rabu (11/4/2018). Kegiatan itu digelar untuk menyikapi potensi radikalisme yang terjadi di tengah masyarakat. Di sela-sela acara juga diselingi dengan deklarasi antihoaks.
Rektor UAJY Gregorius Sri Nurhartanto menyatakan pentingnya semua pihak untuk mencegah terjadinya konflik lokal berlatar belakang peradaban. Baik berupa konflik etnis, budaya, maupun agama yang berpotensi menghancurkan NKRI. Selain itu kemampuan untuk menyaring masuknya peradaban asing dalam hal ini sangat diperlukan. "Karena ketika sebuah bangsa lemah dalam menyaring peradaban asing, maka jati diri bangsa juga akan goyah," terangnya dalam rilis kepada Harianjogja.com, Rabu (11/4/2018).
Advertisement
Kasubdit Bintibluh Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda DIY AKBP Sinungwati mengatakan salah satu potensi yang dapat merusak sendi kerukunan adalah hoaks. Menurutnta, hoaks amat potensial merusak tatanan masyarakat, melahirkan pelanggaran hukum, serta berpotensi menyulut intoleransi yang bisa menghancurkan masyarakat dan bahkan bangsa. Hoaks sendiri dapat mengobarkan intoleransi yang merupakan bibit radikalisme.
"Dari radikalisme bisa berkembang menjadi terorisme dan akhirnya akan menjelma menjadi gerakan separatis yang berkehendak membangun negara dan bangsa sendiri yang terpisah dengan NKRI," kata dia.
BACA JUGA
Dalam pertemuan ilmiah itu, FKUB maupun kepolisian dan UAJY sepakat untuk mendeklarasikan gerakan anti hoaks. Mengingat potensi negatif yang ditimbulkan. Deklarasi dilakukan di akhir saresehan ini dikumandangkan oleh para anggota FKUB dan Polda DIY. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Konvoi Motor dan Petasan di Kalasan Sleman Berakhir di Kantor Polisi
- Warga Serbu Pasar Murah di Balai Kota Jogja Jelang Lebaran
- 13 Proyek Wisata di Karst Gunungsewu Disebut Tak Berizin
- Temukan Nuthuk Harga di Pantai Bantul, Wisatawan Bisa Lapor ke Sini
- Modus Lowongan Model Berujung Teror di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement









