Advertisement

Kirab Budaya Meriahkan Prosesi Nawu Sendang Seliran

Ujang Hasanudin
Minggu, 29 April 2018 - 23:17 WIB
Kusnul Isti Qomah
Kirab Budaya Meriahkan Prosesi Nawu Sendang Seliran Warga berkerumun di sekitar Sendang Seliran. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL-Ratusan warga di kawasan budaya Kotagede mengikuti kiran budaya Ambengan Ageng di pelataran Masjid Agung Kotagede, Minggu (29/4/2018). Kirab budaya tersebut untuk mengiringi prosesi Nawu Sendang Seliran, yang ada di kompleks makam raja-raja Mataram Kotagede.

Kirab budaya di awali dari Balai Desa Jagalan, Banguntapan Bantul, lalu pawai dengan jalan kaki menuju kompleks makam raja-raja Mataram yang berjarak sekitar satu kilometer. Kirab ini membawa dua gunungan berupa sayuran dan makanan tradisional khas warga setempat.

Advertisement

Delapan bergodo dan berbagai kelompok kesenian ikut menjadi bagian mengawal kirab dua gunungan sayur tersebut, serta ratusan masyarakat sekitar. Sampai di pelataran Masjid Agung Kotagede, kedua gunungan tersebut didoakan oleh abdi dalem dan warga yang disaksikan oleh pengageng abdi dalem juru kunci makam raja Mataram Imogiri dan makam raja Mataram Kotagede.

Usai didoakan, dua gunungan sayur langsung diperebutkan warga di pelataran Masjid. Sementara abdi dalem membawa dua kendi berisi air kembang untuk menguras sendang. Dalam kesempatan tersebut, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi diwakili juru kunci menyerahkan benih ikan lele untuk dilepas di sendang.

Sendang Seliran merupakan bekas pemandian keluarga Kraton. Ada dua sendang di kompleks makam raja-raja Mataram tersebut, yakni Sendang Putri dan Sendang Kakung. Kedua sendang ini berada di selatan tembok makam raja. Konon sendang tersebut dibangun sendiri oleh Ki Ageng Pemanahan dan Panembahan Senopati.

Sebagian masyarakat sekitar memercayai air yang mengalir di kedua sendang tersebut dapat membawa berkah. Karena itu masyarakat sekitar ikut berpartisipasi dengan para abdi dalem setiap menguras kedua sendang itu saat menjelang puasa. Namun sejak 2009 lalu, prosesi Nawu Sendang Seliran yang biasanya tertutup itu menjadi terbuka dan bisa disaksikan oleh masyarakat umum.

Ritual Nawu Sendang Seliran kemudian dimeriahkan dengan kirab budaya agar momen tersebut menjadi ajang promosi wisata di wilayah Jagalan Banguntapan Bantul. "Kirab budaya Nawu Sendang Seliran bertujuan untuk menguri-uri kabudayaan, dan lebih memperkenalkan potensi wisata, khususnya di Jagalan, Banguntapann" kata Kepala Desa Jagalan, Banguntapan, Bantul, Gono Santoso.

Gono mengatakan, hampir semua masyarakat sekitar ikut terlibat dalam mempersiapkan kirab budaya Nawu Sendang Seliran, termasuk para pedagang Pasar Kotagede yang menyumbang sayuran dan makanan lokal.

Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Bantul Ni Nyoman Yudiriani mengatakan, kegiatan Nawu Sendang Seliran merupakan cerminan pelestarian budaya adhiluhung yang di dalamnya ada nilai-nilai luhur budi pekerti. Kegiatan tersebut juga bisa menjadi alat pemersatu bangsa.

Selain itu, kegiatan yang dikemas dalam bentuk atraksi kirab budaya tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, sehingga pihaknya akan terus berupaya membantu pengemasan dan promosi agar banyak diketahui banyak orang.

"Wisata budaya saat ini menjadi salah satu yang menjadi ciri khas pariwisata yang perlu terus dikembangkan," kata Nyoman. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Mantan Kapolres Bima Jadi Tersangka TPPU Kasus Narkoba

Mantan Kapolres Bima Jadi Tersangka TPPU Kasus Narkoba

News
| Rabu, 29 April 2026, 20:07 WIB

Advertisement

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Wisata
| Senin, 27 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement