Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Pohon tumbang yang melintang di tengah jalan sebagai dampak hujan deras dan angin kencang yang melanda Sleman, Rabu (29/4/2026)./Istimewa/bpbdsleman
Harianjogja.com, SLEMAN — Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sleman pada Rabu (29/4/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan sejumlah kerusakan di beberapa titik, mulai dari atap rumah beterbangan hingga pohon tumbang.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Sleman, kondisi tersebut dipicu oleh potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di wilayah DIY. Prakiraan BMKG juga menunjukkan fenomena serupa berpotensi meluas ke kabupaten/kota lain hingga malam hari.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, menyampaikan dampak paling signifikan terjadi di sejumlah kapanewon, di antaranya Ngaglik, Mlati, dan Gamping.
Di wilayah Kapanewon Ngaglik, tepatnya di Padukuhan Sedan, Kalurahan Sariharjo, angin puting beliung mengakibatkan atap dua rumah warga rusak parah. Selain itu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Palagan Tentara Pelajar hingga menyebabkan sebuah gazebo dalam kondisi miring.
Sementara itu, di Kapanewon Mlati, angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang menimpa area parkir sebuah pusat kebugaran di Jalan Jambon, Sinduadi. Sejumlah bangunan usaha seperti warung makan dan warung sayur juga mengalami kerusakan akibat atap yang terlepas.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kapanewon Gamping. Pohon tumbang dilaporkan menimpa pagar area pemakaman di Nogotirto, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
BPBD memastikan seluruh kejadian telah ditangani dengan cepat oleh tim reaksi cepat (TRC) bersama warga dan relawan. Penanganan meliputi asesmen lokasi hingga pembersihan material, termasuk pemotongan pohon tumbang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Penanganan dilakukan secara cepat untuk memastikan kondisi tetap aman dan terkendali,” ujar Haris.
Meski tidak ada laporan korban jiwa, BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, terutama pada masa peralihan musim.
Warga diimbau segera melapor jika terjadi kondisi darurat serta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat angin kencang berlangsung, guna meminimalkan risiko kejadian serupa.
"Penanganan bencana masih On progres penanganan dan tim terus melakukan penyisiran. Jika rada informasi yang belum masuk, sampaikan ke kami, akan segera kami tindaklanjuti," kata Haris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.