Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo. /Harian Jogja- Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL- Kepolisian Resort Bantul masih terus mendalami kasus pembunuhan janda satu anak asal Depok, Gilangrejo, Pandak, Bantul. Polisi sudah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk orang-orang terdekat korban.
"Ada beberapa yang kami curigai," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, Ajun Komisaris Polisi Rudy Prabowo, saat ditemui di Markas Polres Bantul, Kamis (31/5/2018).
Rudy belum bisa mengungkap orang yang dicurigainya sebagai terduga pembunuhan tersebut. Pihaknya masih membutuhkan keterangan saksi lainnya, di antaranya teman-teman kerja korban. "Hari ini fokus [menggali keterangan] ke rekan kerjanya," ujar dia.
Jumiyaty, 33 (bukan 30 tahun seperti tertulis sebelumnya), ditemukan tewas bersimbah darah di persawahan Dusun Cepoko, Trirenggo, Bantul, Rabu (30/5/2018) pagi lalu. Saat ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB, warga Depok, Gilangharjo, Pandak, Bantul itu terdapat beberapa luka di bagian tubuhnya.
Hasil outopsi menunjukan luka dibagian kedua lengan, kelopak mata, bibir, pipi luka robek, dan tengkorak hancur. Penyebab kematian diduga karena tulang tengkorak bagian belakang hancur dan pendarahan.
Rudy menduga korban dipukul dengan kayu. Pihaknya sudah mengamankan kayu sepanjang sekitar satu meter yang ada di dekat korban sebagai barang bukti. Kayu tersebut juga terdapat bercak darah. "Luka kepala dimungkinkan karena [pukulan] patahan kayu," jelas dia.
Jumiyaty pergi meninggalkan rumah pada Selasa (28/5/2018) pagi. Dari rumahnya, Jumiyaty pamit untuk berjualan minuman kemasan yang diantar ke warung-warung dan perorangan yang memesan. Saat pergi ia membawa speda motor Honda Scoopy dan telepon selular. Namun kedua benda tersebut tidak ditemukan di sekitar lokasi kejadian pembunuhan.
Jumiyaty selama ini tinggal bersama kedua orang tua dan ketiga adiknya di Depok, Gilangharjo, Pandak. Anak pertama dari pasangan Kumar, 50, dan Suradiyem, 48. Ia pernah meningkah dengan tetangga RT, namun cerai sejak dua tahun lalu. Jumiyaty pergi meninggalkan seorang anak perempuan seusia sekolah SMP.
Kumar mengungkapkan selama ini anak pertamanya itu baik dan tidak pernah neko-neko, "Kalau ada apa-apa selalu ngomong sama ibunya," ucap Kumar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.