37 Remaja Kota Magelang Unjuk Potensi di Ajang GenRe 2026
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.
Suprapto, Calon wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Temon, Wates dan Panjatan. /Harian Jogja-Yudhi kusdiyanto
Harianjogja.com, JOGJA—Kehadiran New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo harus membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya bagi warga Kecamatan Temon.
Oleh karena itu, pembangunan yang dilakukan tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik bandara semata, namun juga pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Hal ini disampaikan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari Partai Gerindra, Suprapto. R.
Calon wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Temon, Wates dan Panjatan ini menyatakan dukungannya terhadap pembangunan NYIA yang saat ini mulai dilakukan. Meski demikian, pembangunan yang dilakukan jangan sampai mencerabut masyarakat dari peradaban aslinya.
Dia menyadari bahwa ke depan wilayah Temon bakal berubah seiring dengan hadirnya NYIA. Meski demikian, perubahan itu tidak boleh merusak akar budaya masyarakat. Masyarakat, menurut Suprapto, harus terus mendapat perhatian dan terus didampingi.
“Agar pembangunan di Kulonprogo, khususnya di Kecamatan Temon tidak terhambat, aspirasi masyarakat harus tersampaikan langsung kepada pengambil kebijakan. Sebagai calon wakil rakyat, kami siap menampung dan menyalurkan aspirasi tersebut, terlebih selama ini belum ada warga Kecamatan Temon yang duduk menjadi anggota Dewan,” kata Suprapto saat berkunjung ke Kantor Harian Jogja, Rabu (4/7/2018).
Menurut mantan Sekretaris Desa Glagah, Kecamatan Temon ini, keberadaan NYIA sudah pasti bakal memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi Kabupaten Kulonprogo. Oleh karena itu agar tak terpinggirkan, pemberdayaan masyarakat harus menjadi prioritas utama. “Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi prioritas.
Sebagai calon wakil rakyat, kami siap mendukung dan memfasilitasi masyarakat, seperti membantu mendapatkan akses perbankan, akses pemasaran dan lainnya,” ujar warga Dusun Bebekan ini.
Dijelaskan Suprapto, selama ini industri mikro, kecil dan menengah (UMKM) kurang mendapatkan perhatian. Ke depan, terutama seiring dengan hadirnya NYIA, usaha kecil harus dikembangkan, sehingga mampu bersaing dengan pengusaha lain yang memiliki modal lebih besar.
Dalam program pembangunan, Suprapto juga siap mengawal perencanaan pembangunan, mulai rencana pembangunan tingkat desa, perencanaan di tingkat kecamatan hingga ke kabupaten.
Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan agar rencana pembangunan yang disusun mulai tingkat paling bawah yakni tingkat desa, nanyinya benar-benar masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
“Pembangunan Kulonprogo akan semakin pesat. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat harus bersiap agar tidak kaget dengan perubahan zaman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.
Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk mencari Ho Wee Han, wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Sabang.
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.
Dewa United menang 3-1 atas Borneo FC di Stadion Segiri lewat gol Johnathan Pereira dan dua gol Denilson.
Nusron Wahid dua kali absen rapat Komisi II DPR. Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan menyebut Nusron memiliki penugasan lain yang terjadwal.
Kaspersky menemukan lebih dari 1.000 email phishing yang menyamar sebagai Zoom dan DocuSign serta menyasar akun perusahaan.