Suprapto Siap Salurkan Aspirasi Masyarakat Temon

Suprapto, Calon wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Temon, Wates dan Panjatan. - Harian Jogja/Yudhi kusdiyanto
06 Juli 2018 10:37 WIB Yudhi Kusdiyanto Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kehadiran New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo harus membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya bagi warga Kecamatan Temon.

Oleh karena itu, pembangunan yang dilakukan tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik bandara semata, namun juga pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Hal ini disampaikan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari Partai Gerindra, Suprapto. R.

Calon wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Temon, Wates dan Panjatan ini menyatakan dukungannya terhadap pembangunan NYIA yang saat ini mulai dilakukan. Meski demikian, pembangunan yang dilakukan jangan sampai mencerabut masyarakat dari peradaban aslinya.

Dia menyadari bahwa ke depan wilayah Temon bakal berubah seiring dengan hadirnya NYIA. Meski demikian, perubahan itu tidak boleh merusak akar budaya masyarakat. Masyarakat, menurut Suprapto, harus terus mendapat perhatian dan terus didampingi.

“Agar pembangunan di Kulonprogo, khususnya di Kecamatan Temon tidak terhambat, aspirasi masyarakat harus tersampaikan langsung kepada pengambil kebijakan. Sebagai calon wakil rakyat, kami siap menampung dan menyalurkan aspirasi tersebut, terlebih selama ini belum ada warga Kecamatan Temon yang duduk menjadi anggota Dewan,” kata Suprapto saat berkunjung ke Kantor Harian Jogja, Rabu (4/7/2018).

Menurut mantan Sekretaris Desa Glagah, Kecamatan Temon ini, keberadaan NYIA sudah pasti bakal memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi Kabupaten Kulonprogo. Oleh karena itu agar tak terpinggirkan, pemberdayaan masyarakat harus menjadi prioritas utama. “Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi prioritas.

Sebagai calon wakil rakyat, kami siap mendukung dan memfasilitasi masyarakat, seperti membantu mendapatkan akses perbankan, akses pemasaran dan lainnya,” ujar warga Dusun Bebekan ini.

Dijelaskan Suprapto, selama ini industri mikro, kecil dan menengah (UMKM) kurang mendapatkan perhatian. Ke depan, terutama seiring dengan hadirnya NYIA, usaha kecil harus dikembangkan, sehingga mampu bersaing dengan pengusaha lain yang memiliki modal lebih besar.

Dalam program pembangunan, Suprapto juga siap mengawal perencanaan pembangunan, mulai rencana pembangunan tingkat desa, perencanaan di tingkat kecamatan hingga ke kabupaten.

Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan agar rencana pembangunan yang disusun mulai tingkat paling bawah yakni tingkat desa, nanyinya benar-benar masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Pembangunan Kulonprogo akan semakin pesat. Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat harus bersiap agar tidak kaget dengan perubahan zaman,” katanya.