2.681 Lowongan Kerja Dibuka di Magelang, Peluang Disabilitas Tersedia
Job Fair 2026 di Kota Magelang membuka 2.681 lowongan kerja dari 18 perusahaan, termasuk peluang bagi penyandang disabilitas.
Setya Dewi Wulandari (kanan) dan Reny Mufrikhatun El Walidayn (kiri) saat meneliti di Laboratorium Terpadu UII, Jumat (6/7). /Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, SLEMAN - Tiga mahasiswa Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia (UII) mengembangkan penelitian untuk menghasilkan produk obat kanker payudara dalam bentuk salep yang terbuat dari emas batangan.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Setya Dewi Wulandari dan Puspita Fitri Handayani angkatan 2014 serta Reny Mufrikhatun El Walidayn angkatan 2015. Penelitian itu didanai Kemenristekdikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penelitian.
Setya Dewi Wulandari menjelaskan dalam penelitian itu menggunakan rutin trihidrat yang merupakan flavonoid sintesis dan emas murni batangan. Berbeda dengan penelitian pada umum yang mengambil bahan dari tumbuhan untuk diambil flavonoid, namun ia memilih serbuk sintesis yang dinilainya ukuran dosisnya lebih tepat.
Prosesnya, untuk emas satu gram dilebur lebih dahulu dengan dicampur asam nitrat, asam klorida dan dimasukkan ke lemari asam untuk dipanaskan selama 15 hingga 20 menit. Setelah meleleh kemudian dicampur dengan aqua pro injection 500 mililiter kemudian didinginkan di kulkas.
Setelah dingin kemudian direaksikan dengan serbuk rutin trihidrat yang juga sudah dicampur dengan aqua pro injection. Adapun rutin tersebut sudah tersedia di laboratorium.
"Setelah itu kami uji stabilitas, karena biasanya ada yang tidak stabil dan hanya tahan 24 jam habis itu sudah muncul endapan. Keterbaruan penelitian saya ini uji stabilitasnya lebih unggul dan lebih tahan lama [tanpa endapan]," katanya Jumat (6/7/2018).
Wulan mengaku salah satu kendala yang dihadapi adalah menemukan metode untuk melelehkan emas batangan dengan cara yang tepat. Mengingat dalam berbagai referensi jurnal ilmiah, masih banyak yang merahasiakan metode tersebut dan tidak merinci secara detail.
Tim UII tercatat membeli emas batangan dua kali karena bahan emas pertama hasilnya tidak maksimal. Dari awal penelitian itu, ia berharap ke depan bisa terus dikembangkan menjadi obat salep untuk kanker payudara.
"Bentuknya bisa salep, dioles, kami fokusnya formulasinya, stabilitas sediaan berapa lama dan efek ke kankernya ada atau tidak. Kalau sediaan itu sampai jadi produk mungkin butuh proses agak panjang," jelasnya.
Reny Mufrikhatun El Walidayn menambahkan bahan emas hasilnya lebih bagus sebagai obat kanker dan tidak menimbulkan efek komplikasi seperti obat lainnya. Dalam pembuatan, setiap satu gram emas bisa menjadi sediaan nanopartikel emas sekitar 100 mililiter.
Setiap 0,05 gram emas bisa menjadi sekitar 20 produk dan satu gram emas bisa menghasilkan 400 produk. "Kalau gold [nanopartikel emas] bisa langsung ke tubuh, efeknya cepat," kata dia.
Puspita Fitri Handayani menyatakan alat pendukung dalam penelitian adalah analytical balance (Mettler Toledo, Germany), micropipette (Thermo Scientifiec dan Finnipipette), Uv-Vis spectrophotometer (Hittachi), particle size analyzer (Horiba, Japan), ultrasonic homogenizer, FTIR, SEM, TEM, ELISA reader dan seperangkat alat gelas (pyrex). Adapun penelitian tim ini mengangkat judul Preparasi, Karakterisasi, Aktivitas dan Stabilitas Nanopartikel Emas Rutin Trihidrat 0,1% dengan PVA 2,5%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair 2026 di Kota Magelang membuka 2.681 lowongan kerja dari 18 perusahaan, termasuk peluang bagi penyandang disabilitas.
Jack Miller resmi meninggalkan MotoGP dan bergabung dengan Yamaha di WorldSBK 2027 dengan kontrak dua musim.
Astra Half Marathon kembali digelar pada 2026 dengan membawa semangat “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” dalam perjalanan menuju 70 tahun Astra.
iPhone 18 Pro hadir dengan chip A20 Pro. Simak 3 pesaing Android: Samsung S26 Ultra, Pixel 11 Pro XL, dan Xiaomi 17 Ultra dengan kamera Leica
Kasus kekerasan terhadap perempuan di Sleman mencapai 185 korban hingga Agustus 2026. KDRT mendominasi dengan 114 kasus.
Miss Austria 2024 Lucia Sisic meninggal di usia 22 tahun setelah berjuang melawan sakit jantung sejak lahir. Simak perjalanan hidup dan duka dari Herzkinder Öst