Advertisement

Mahasiswa UGM Teliti Kaki Seribu untuk Obati Kanker Payudara

Laila Rochmatin
Rabu, 01 Agustus 2018 - 15:10 WIB
Laila Rochmatin
Mahasiswa UGM Teliti Kaki Seribu untuk Obati Kanker Payudara Kaki seribu

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah kasus kematian yang disebabkan kanker di Indonesia pada 2012 mencapai 8,2 juta orang. Dari jumlah tersebut kanker payudara menjadi kasus yang menempati posisi pertama dengan persentase 43,10% kasus baru dan 12,90% kasus kematian. Namun begitu, pengobatan kanker payudara masih mengandalkan kemoterapi yang sampai sekarang masih memiliki banyak kelemahan terkait resistensi, efek samping dan efikasinya.

Mahasiswa UGM mencoba memanfaatkan salah satu hewan liar di daerah tertentu di Indonesia yaitu kaki seribu sebagai pengobatan kanker payudara. Tiga orang mahasiswa Farmasi UGM terdiri dari Gemilang Sekar Hapsari, Alya Lulu’ah dan Firda Ridhayani di bawah bimbingan Retno Murwanti, meneliti potensi kaki seribu sebagai antikanker.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dari studi literatur yang diperoleh, kata Sekara, hewan ini memiliki kandungan para-benzoquinon yang diduga memiliki aktivitas antikanker. “Kandungan senyawa para-benzoquinon dapat menyebabkan apoptosis atau kematian sel secara simultan,” kata Sekar, Rabu (1/8/2018) di Kampus UGM.

Penelitian ini diawali dengan pengumpulan kaki seribu yang diperoleh di daerah Ajibarang, Banyumas. Selanjutnya, kata Sekar, tim mereka melakukan determinasi untuk mengetahui spesies hewan ini.

Untuk mengidentifikasi senyawa dilakukan uji Kromatografi Lapis Tipis. Uji sitotoksisitas untuk mengetahui aspek biologisnya dan molecular docking berbasis komputer untuk mengetahui interaksi senyawa yang diduga memiliki aktivitas antikanker untuk berikatan secara molekuler dengan protein target.

Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak kaki seribu (EKS) mengandung senyawa benzoquinon. Hasil ekstrak memiliki kadar penghambatan 50% pada sel penyebab kanker payudara. “Diketahui hewan ini tidak toksik terhadap sel kanker payudara dan senyawa benzoquinon pada kaki seribu mampu berinteraksi dengan native ligand untuk berikatan pada enzim,” kata Firda Ridhayani, anggota tim peneliti lainnya.

Firda menyimpulkan kaki seribu dengan kandungan benzoquinon berpotensi sebagai agen kemoprevensi pada pengobatan kanker payudara tertarget.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jadi Venue Konser Dewa 19, JIS Dikritik, Standar FIFA Dibahas Lagi

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 15:57 WIB

Advertisement

alt

Wah...Kini Ada Wisata Pasar Kuliner Minggu Pagi di Pakuningratan Jogja

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement