Advertisement
BKIPM DIY Berharap Lele Tak Dilepasliarkan di Selokan Mataram, Ini Alasannya
Sampah terlihat menumpuk di anggelan bambu yang dibuat oleh warga di Kecamatan Kalasan, Rabu (5/9 - 2018). Anggelan yang berfungsi menaikkan debit air di pintu sadap agar air mengalir ke areal pertanian tersebut membuat sampah/sampah berhenti dan menumpuk.Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) DIY berharap agar tidak dilakukan pelepasliaran lele di Selokan Mataram. Hal ini berkaitan dengan akan adanya pelepasan 10 ton lele di Selokan Mataram, Minggu (8/9/2018) oleh Relawan Jokowi dan Ma'ruf Amin (Rejomulia).
Kepala BKIPM DIY, Hafit Rahman mengaku telah bertemu penyelenggara kegiatan mancing dengan menebar 10 ton lele. Pihaknya mengkonfirmasi apakah lele tersebut betul bakal dilepasliarkan. Pasalnya jika benar dilepasliarkan dikhawatirkan menggangu ikan yang ada di Selokan Mataram.
Advertisement
"Memang jumlahnya [ikan lele yang dilepas banyak dan di area yang sempit. Jadi sama seperti kalau kita berkunjung dengan banyak orang di tempat yang sempit, jadi yang ada di situ juga jadi terdesak," kata dia, Sabtu (8/9/2018).
Pihaknya mendapatkan keterangan dari penyelenggaraan bahwa nantinya lele tidak akan dilepasliarkan. Lele akan dilepas tetapi dibatasi dengan waring dari ujung satu dengan ujung lain. Ikan lele akan dilepas di area pembatas waring lalu dipancing. Apabila sampai batas waktu tidak habis dipancing, maka akan diangkat diambil semua lagi untuk diserahkan kepada masyarakat.
BACA JUGA
"Artinya kami berharap tetap seperti apa yang disampaikan [penyelenggara]. Dibatasi dan tidak dilepasliarkan. Jadi salah juga malah kalau dilepasliarkan, malah jadi kemana-mana ikannya, enggak bisa ditangkap. Jadi memang dibatasi pakai waring," ujarnya.
Di sisi lain pihaknya juga telah memeriksa sampel jenis ikan lele yang hendak di lepas dan dipancing di Selokan Mataram tersebut. Diketahui jenis lele yang bakal dilepas adalah jenis lele sangkuriang dan lele mutiara yang sudah dibudidayakan oleh petani.
"Kami tidak dalam rangka memberikan izin atau tidak, namun karena kepedulian kami kami harus menanyakan langsung ke penyelenggara," kata dia.
Sebelumnya masyarakat pecinta sungai yang tergabung dalam Solidaritas Gotong Royong Peduli Lingkungan Sungai (Sego Pelus) menolak kegiatan pelepasn 10 ton lele di Selokan Mataram. Pasalnya jika Lele yang di lepas jenis dumbo termasuk ikan invasif dan dapat merusak lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jumat Agung, Paus Leo XIV Memikul Salib saat Jalan Salib di Roma
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








