Obituari Gandung Pardiman, Dikenang sebagai Politikus Pantang Menyerah dan Berdedikasi
Gandung Pardiman berpulang. Golkar DIY mengenang dedikasi, semangat pantang menyerah, dan perjuangannya untuk masyarakat serta partai.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA - Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan Pemda DIY telah bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terkait penolakan tol Jogja-Bawen oleh DPRD Jateng.
Mengingat rencana pembangunan tol itu telah memasuki proses pelelangan, ia memastikan perencanaannya sudah final karena masuk dalam program strategis nasional.
Dengan dibangun melayang, lanjut Gatot, maka pembebasan lahan untuk kebutuhan tol Jogja-Bawen tidak terlalu banyak. Apalagi jika melayang di atas Selokan Mataram maka memungkinkan untuk tidak dilakukan pembebasan lahan.
"Saya yakin nanti sepakat semua, baru berjalan. Ruasnya kan Bawen-Jogja kalau separuhnya belum diputuskan kan belum bisa dimulai," ujarnya.
Tetapi Gatot menegaskan pembangunan tol Jogja-Bawen akan dimulai pada awal 2019. Namun pihaknya belum mengetahui titik pembangunan yang didahulukan antara ruas Bawen atau yang berada di DIY.
"Sudah final, wong setahu saya yang di Jawa Tengah itu revisi jalurnya sampai empat kali. Awalnya sempat akan melewati barat Borobudur," katanya.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan kesepakatannya terkait rencana pembangunan jalan tol Jogja-Bawen yang akan melewati Borobudur. Bentuk pembangunan disarankan melayang agar tidak banyak memakan lahan.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan pihaknya tidak mempersoalkan adanya penolakan tol Jogja-Bawen oleh DPRD Jawa Tengah karena hal itu menjadi urusan internal provinsi tersebut. HB X mengakui sudah bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo namun tidak membahas secara spesifik.
"Tetapi saya tidak sempat membahas masalah itu karena itu urusan Jawa Tengah, tetapi pak Ganjar memberikan ruang [diskusi]," ungkapnya di Kepatihan, Jumat (19/10/2018).
Sultan menambahkan sejak awal, ia lebih sepakat jika tol Jogja-Bawen rutenya tidak secara langsung, melainkan melewati Secang - Borobudur baru kemudian masuk ke DIY, dalam hal ini Sleman. Mengingat rencana awal pembangunan tol ini akan melewati sebelah timur Sungai Krasak. Padahal jalur itu termasuk kawasan rawan bencana sehingga kemudian dipindahkan menjadi Bawen-Secang- Borobudur-Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gandung Pardiman berpulang. Golkar DIY mengenang dedikasi, semangat pantang menyerah, dan perjuangannya untuk masyarakat serta partai.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis, 29 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari pagi hingga malam untuk kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.