SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Suasana Kegiatan kenduri yang digelar dalam rangka HUT ke-53 Paroki St. Albertus Agung Jetis Jogja, Rabu (14/11/2018) malam./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai wujud ungkapan syukur, ratusan umat mengikuti kegiatan kenduri di Gereja Katolik Santo Albertus Agung, Kecamatan Jetis, Jogja, Rabu (14/11/2018) malam. Selain sebagai ungkapan syukur atas persaudaraan iman yang selama ini sudah dibangun, kenduri itu juga digelar dalam rangka HUT ke-53 gereja tersebut.
Ketua Panitia HUT ke-53 Paroki St. Albertus Agung, Wenni Tiyas Anggita Sari mengatakan kegiatan kenduri tersebut sejatinya digelar setiap tahun. Tujuannya, sebagai bentuk syukur umat selama ini bisa terus berkegiatan dan berkarya. Hal itu selaras dengan tema HUT yang diangkat tahun ini yakni Terbuka dan Bersaudara.
"Kami menyediakan 120 bingkisan. Dalam kegiatan ini kami juga melibatkan warga RT 47 sampai RT 48 di sekitar gereja serta instansi terkait," katanya di sela-sela kegiatan.
Wenni menjelaskan kenduri yang digelar tersebut juga merupakan salah satu rangkaian dari peringatan HUT ke-53 Paroki St. Albertus Agung. Rangkaian peringatan HUT, kata dia sudah digelar sejak Agustus lalu berupa serangkaian lomba dekorasi altar ramah lingkungan di 19 lingkungan.
Rencananya, lomba tersebut berlangsung hingga Desember mendatang. "Lomba dekorasi ini menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan seperti tanaman. Tercatat ada 19 lingkungan yang terlibat," katanya.
Selain kenduri dan lomba dekorasi, panitia juga menggelar lokakarya bagi Pendampingan Iman Anak pada Oktober lalu. Pesertanya merupakan perwakilan komunitas dengan dua orang pendamping yang ada di 19 lingkungan di sekitar gereja.
Dalam lokakarya itu, kata Wenni, peserta mendapat materi dan penguatan skill untuk untuk memberikan pendampingan kepada anak. "Karena temanya Terbuka dan Bersaudara, workshop ini juga melibatkan umat di luar paroki," kata dia.
Tak hanya itu, panitia juga menggelar kegiatan sharing session terkait dengan perawatan jenazah melalui lembaga pangrukti laya (lembaga yang mengurusi jenazah). Dalam sesi ini, peserta diberikan pengetahuan tentang tata cara mengurus jenazah, khususnya terkait dengan segala sesuatu yang diperbolehkan dan dilarang. "Dalam hal ini kami bekerja sama dengan RS Panti Rapih sebagai narasumber," kata Weni.
Sedangkan selama November, dia mengaku telah menyiapkan beragam kegiatan yang sebenarnya juga digelar secara mandiri oleh umat. Salah satunya adalah program kesusteran di 19 lingkungan yang diisi dengan kegiatan refleksi. Umat juga mengikuti lomba menghias penjor. Uniknya, bahan-bahan yang digunakan terbuat dari barang-barang bekas. "Kegiatan tahun ini memang lebih banyak pada kegiatan aksi seperti lomba dan lebih peduli pada lingkungan," kata dia.
Adapun puncak kegiatan HUT akan digelar pada Minggu (18/11/2018) mendatang. Pada hari itu sekitar 1.000 umat akan berkumpul untuk mengikuti kegiatan ekaristi sebagai bagian dari perayaan hari paroki. "Kami bersyukur, selama kami di sini feed back dari masyarakat dan umat sangat bagus dan positif untuk berkarya dengan sesama," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.