Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Wali Kota Haryadi Suyuti (kiri) membaca salah satu koleksi di Pevita, Kamis (15/11/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus berupaya menumbuhkan iklim literasi dan minat baca masyarakat. Salah satunya dengan menambah layanan perpustakaan daerah, yakni Perpustakaan Alternatif Yogyakarta Selatan (Pevita).
Perpustakaan yang berada di Jl. Mayjend Sutoyo itu didirikan untuk melayani masyarakat di sisi selatan Jogja dan mengurai kepadatan pengunjung perpustakaan di Jl. Suroto, Kotabaru. Keberadaan Pevita akan lebih memudahkan masyarakat untuk membaca maupun meminjam berbagai buku. "Silakan manfaatkan dan jaga sebaik-baiknya fasilitas perpustakaan di sana," ujar dia seusai meresmikan Pevita, Kamis (14/11/2018).
Penambahan perpustakaan itu, kata dia, bukan tanpa alasan. Kehadiran perpustakaan kota tersebut diharapkan bisa menjembatani kebutuhan masyarakat atas segala informasi dan pengetahuan.
Menurut Haryadi, Perpustakaan di Jogja dengan segala inovasinya telah menjadi pendukung pembangunan Jogja sebagai smart city. Hal itu senyampang dengan Visi Pemkot Jogja untuk mewujudkan Jogja sebagai Kota nyaman huni dan pusat pelayanan jasa yang berdaya saing tinggi.
"Salah satu tujuannya untuk memberdayakan masyarakat dengan berpijak pada nilai-nilai keistimewaan,” ujarnya.
Disinggung soal layanan di Pevita, Haryadi mengatakan Pemkot juga mendukung jam buka perpustakaan itu hingga 20 jam, mulai dari pukul 08.00 WIB sampai 03.30 WIB.
Termasuk rencana pengembangan perpustakaan di dua titik di Kota Jogja juga akan menjadi prioritas pada tahun depan. Dia menyatakan pengembangan perpustakaan akan dilakukan di sisi barat Jogja dan sisi utara Jogja. “Untuk Jogja sisi timur sudah ada perpustakaan DIY di timur JEC, sehingga pengembangan menjangkau yang barat dan utara Jogja,” ucap Haryadi.
Menurut dia membaca punya banyak manfaat, mulai dari melatih otak dan mata hingga berimajinasi. Sayangnya, kata Haryadi, membaca belum menjadi budaya masyarakat Indonesia. "Makanya anak-anak harus mulai diiming-imingi untuk mau membaca. Misalnya, jika seminggu membaca satu buku ada hadiah jalan-jalan maupun makan bersama orangtua," ucap dia.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja Wahyu Hendratmoko mengatakan konsep dan pelayanan di Pevita sama dengan perpustakaan di Kotabaru. Koleksi buku yang disediakan sekitar 5.000 eksemplar dengan jenis buku umum, fiksi, filasafat, buku anak-anak, pengetahuan dan lainnya. "Untuk anak-anak juga disediakan ruang khusus, dilengkapi dengan berbagai permainanan. Selain itu fasilitas internet gratis wifi," kata dia.
Wahyu berharap keberadaan Pevita nantinya bisa mengurangi kepadatan pemustaka Perpustakaan Kotabaru yang rata-rata dikunjungi sekitar 1.700 orang per hari. "Kami akan kaji dulu jam buka Pevita yang 20 jam ini dan nanti kami coba kembangkan di Perpustakaan Kotabaru. Kalau dari hasil survei kami, minat masyarakat cukup tinggi terhadap perpustakaan 24 jam,” kata Wahyu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.