Sultan Sebut Pantai Kuwaru Bantul Jadi Opsi Lokasi Embarkasi Haji DIY

Sri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta. - Harian Jogja/Desi Suryanto
22 November 2018 22:50 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X memberikan sinyal persetujuan penggunaan lahan Sultan Grond (SG)  di Dusun Kuwaru, Poncosari, Srandakan, Bantul sebagai tempat dibangunnya embarkasi haji. HB X memberikan satu syarat agar lahan tersebut tidak dialihkan menjadi milik pemerintah namun tetap menjadi milik kasultanan.

HB X mengatakan hingga saat ini memang belum ada kepastian lokasi dibangunnya embarkasi haji di DIY. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya pembahasan itu kepada DPRD DIY dan Kementerian Agama (Kemenag) DIY. 

Ia mengakui memang ada salah satu lokasi yang dinilai cocok sebagai embarkasi yaitu di Kuwaru, Bantul, tetapi Sultan menegaskan itu belum menjadi keputusan melainkan baru sebatas pilihan-pilihan. 

"Belum, belum [diputuskan lokasinya] biar teman teman dewan [DPRD DIY] rembugan dulu dengan Departemen [Kemenag DIY] itu kan belum diputuskan, itu baru bicara pilihan-pilihan," kata HB X yang juga Gubernur DIY di Kepatihan, Kamis (22/11/2018).

Sultan menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan jika embarkasi dibangun di atas tanah SG di Kuwaru tersebut. Tetapi dengan catatan status lahan tetap sebagai tanah kasultanan bukan diubah menjadi tanah milik pemerintah. Sehingga status embarkasi berdiri di atas lahan SG. "Nggak ada masalah [dibangun di atas tanah SG] asal jangan terus berubah jadi [milik] pemerintah [tanah negara], berdiri di atas Sultan Grond," katanya.

Ia menambahkan jika lahan tersebut kemudian disertifikatkan menjadi milik pemerintah maka akan membuat berkurangnya lahan SG di DIY.

"Ya kalau terus disertifikatkan milik pemerintah kan jadi hilang [penyusutan lahan SG]. Jadi misalnya embarkasi di atas tanah Sultan Grond gitu," ucapnya.

Ia mengatakan pembangunan embarkasi haji itu direncanakan akan memiliki 3.000 kamar dengan fasilitas hotel bintang tiga. Selain itu, desain tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk beragam kegiatan hingga ke arah wisata rohani. Sehingga status pemanfaatan gedung tidak hanya saat jelang pelaksanaan ibadah haji saja namun bisa dimanfaatkan untuk beragam kegiatan setiap saat. 

"Angan-angannya bisa dimanfaatkan sebagai wisata religi, tetapi desainnya seperti apa, belum jadi. Sehingga pemanfaatan tidak hanya jelang haji saja," ucap dia.