Yuk Mencicipi Segarnya Yogurt Ubi Ungu Asli Wates

Anis Daniar memperlihatkan yogurt Firani buatannya, beberapa waktu lalu. Salah satu varian rasa yogurt yang ia produksi adalah ubi ungu, ide berawal dengan melimpahnya ubi ungu di Kulonprogo. - Harian Jogja/Uli Febriarni
23 November 2018 22:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal sebagai salah satu daerah yang sarat kreativitas. Begitu juga dengan Kulonprogo yang tepat berada di ujung barat DIY. Di Wates misalnya, ubi ungu yang biasanya diolah menjadi keripik, topping teh, bakpia dan es krim, kini disulap menjadi yogurt.

Minuman berbahan dasar susu sapi ini diproduksi oleh seorang perempuan bernama Anis Daniar. Berbekal pendidikan di Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor jurusan Teknologi Hasil Ternak, ditambah dengan melimpahnya ubi ungu di Kulonprogo, Anis mengkreasikan yogurt dengan ubi ungu.

Sesungguhnya Anis sudah memulai usaha yogurt beragam rasa sejak 2014. Untuk rasa ubi ungu ini adalah varian rasa terbaru. Cita rasa ubi ungu yang menempel di lidah memberikan sensasi khas, mengimbangi rasa asli yogurt yang asam manis.

"Kandungan yogurt sangat bermanfaat untuk kesehatan, produk berlabel Firani sudah lolos uji Dosen Stikes dan Kementerian Kesehatan. Minuman ini bisa menyehatkan pencernaan, memperbaiki fungsi empedu dan pankreas, memperbaiki fungsi motorik tubuh dan antibakteri," kata perempuan berusia 39 tahun itu saat dijumpai Harian Jogja, belum lama ini.

Ia menambahkan masih ada banyak penyakit yang bisa dicegah dengan mengonsumsi yogurt, misalnya saja asma, bronkitis, ambeien, osteoporosis, rematik, tumor, kanker dan sebagainya.

Yogurt hasil karyanya diproduksi 70 liter per hari di kompleks BBVet wilayah Giripeni, Kecamatan Wates. Agar bisa dikonsumsi banyak orang di seluruh Indonesia, ia juga memasarkan produknya dalam jaringan.

Untuk yang kebetulan jalan-jalan ke Kota Wates dan ingin membawa minuman ini sebagai buah tangan, minuman yang diklaim tanpa bahan pengawet ini bisa tahan enam hari perjalanan, karena minuman dikemas dengan baik menggunakan styrofoam dan ice gel. "Kalau tidak di kulkas, hanya tahan beberapa jam saja sehingga harus langsung diminum. Kalau disimpan di kulkas bisa tahan dua pekan. Kalau di freezer lebih awet lagi, bisa sampai enam bulan," ujarnya.

Soal harga jangan terlalu khawatir. Anda tak perlu merogok kantong dalam-dalam. Yogurt Firani ini dibanderol Rp9.000 per kemasan ukuran 200 ml. Tetapi untuk yogurt dengan variasi rasa ubi ungu, harganya Rp10.000 per botol dengan ukuran sama. Penasaran ingin mencobanya? Yuk ke Giripeni!