Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ony Solikhatun Rukmi Putri/Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO—Menjamurnya objek wisata di Kulonprogo belum dibarengi dengan pemahaman para pengelola untuk mengandalkan media sosial (medsos) sebagai ajang promosi yang baik. Hal itu diungkapkan Ony Solikhatun Rukmi Putri atau kerap disapa Ony.
Ony getol menggunggah hasil fotonya saat berkunjung di sejumlah objek wisata ke medsos khususnya Instagram. Dia turut bergabung dalam komunitas yang mewadahi para pencinta fotografi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurutnya keberadaan medsos berbagi gambar mampu membawa dampak positif bagi perkembangan pariwisata di sebuah wilayah. Sebab bisa menjadi media promosi gratis untuk mendatangkan wisatawan. Dari pengalamannya, dampak promosi wisata melalui sosial media memang cukup besar. "Seperti dulu dua tiga tahun lalu di sejumlah objek di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul sepi, tapi saat ada yang menggunggah foto dan mendapat srespon bagus lambat laun wisatawan mulai berdatangan," ucap perempuan kelahiran Kulonprogo, 22 tahun silam saat ditemui Harian Jogja, Minggu (25/11/2018).
Hanya saja di Kulonprogo hal itu belum terlalu diperhatikan. Kalaupun ada justru pengelola wisata terkesan materialistis dengan mematok harga per objek demi foto. Bahkan beberapa pengelola melarang pengunjung untuk menggunakan kamera pribadi dengan alasan sudah disediakan fotografer.
Dia bercerita pernah suatu waktu mencoba spot foto di sebuah objek wisata di Kulonprogo. Namun tiap foto di spot yang disajikan dia harus merogoh kocek hingga beberapa kali. Menurutnya ini justru menjadi blunder bagi pengelola yang bisa membuat pengunjung kapok untuk datang.
"Bukan masalah tarif, tetapi kalau dengan sistem seperti itu justru pengunjung jadi kapok, bahkan teman-teman saya yang saat itu ikut ke sana sekarang memilih tempat lain," ucapnya.
Perempuan yang hobi membaca buku ini berharap ada pembenahan kepada para pengelola wisata agar sistem seperti itu bisa dihilangkan. Dia juga berharap ke depan pariwisata di Bumi Binangun bisa makin maju.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Aston Villa juara Liga Europa 2025/26 usai mengalahkan Freiburg 3-0 di final berkat gol Tielemans, Buendia, dan Morgan Rogers.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).