Mengaku Korban Pembunuhan Karakter, Dahnil Anzar Sebut 3 Nama yang Tahu Persis Kasus Dana Kemah

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak saat hendak meninggalkan Sportorium UMY seusai menghadiri acara pemilihan ketua umum Pemuda Muhammadiyah yang baru, Rabu (28/11/2018). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
28 November 2018 16:50 WIB Rahmat Jiwandono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah yang telah demisioner Dahnil Anzar Simanjuntak merasa tuduhan kasus korupsi dana kemah kebangsaan yang dialamatkan kepadanya merupakan pembunuhan karakter.

Dahnil mengklaim bahwa dirinya tidak tahu mengenai dana kemah. Pasalnya terdapat tidak ada tanda dirinya terlibat dalam setiap kegiatan teknis di acara yang digelar Desember 2017 di Kawasan Candi Pramabanan, Sleman itu.

"Adanya tanda tangan [di dokumen kegiatan] itu adalah hasil scan, saya tidak tahu digunakan untuk apa," kata Dahnil kepada wartawan di Sportorium UMY, Rabu, (28/11/2018).

Lebih lanjut, Dahnil mengklaim tidak terlibat secara langsung kegiatan itu. Dahnil menyebut ada orang-orang yang tahu persis soal dana kemah itu. Orang-orang yang dia maksud bernama Abdurrahman Saputra, Puji, dan Virgo.

Dia tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Namun dia ingin agar tuduhan dana kemah tidak ditujukan kepadanya.

"Tolong hentikan pembunuhan karakter seolah-olah saya pelakunya," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya piolisi menyelidiki dugan korupsi dana kemah pemuda Islam yang diinisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga pada Desember 2017. Kemah Pemuda Islam digelar di Pelataran Candi Prambanan,Kalasan, Sleman, DIY pada 16-17 Desember 2017. Selain melibatkan organisasi pPemuda Muhammadiyah, kegiatan ini juga melibatkan GP Ansor.

Pada Jumat (23/11/2018) lalu Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar diperiksa oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Polda Metro Jaya.

Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Bhakti Suhendar mengatakan perwakilan dari Pemuda Muhammadiyah telah mengembalikan uang sebesar Rp2 miliar dana kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017 kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait dugaan penyelewengan pada Jumat (23/11/2018) lalu. Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani menyebutkan pengembalian uang itu bentuk dari harga diri Pemuda Muhammadiyah yang melawan korupsi.