Ketahanan Energi Jadi Fokus Sinergia Kali Ini

Majalah Sinergia Volume 23 yang mengangkat tema Bayang-Bayang Darurat Energi diluncurkan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jogja di Gedung Teatrikal, Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogja, Rabu (12/12/2018). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
12 Desember 2018 20:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jogja meluncurkan Majalah Sinergia Volume 23 di Gedung Teatrikal, Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogja, Rabu (12/12/2018). Pada edisi kali ini, redaksi banyak menulis seputar ketahanan energi dengan judul tema utama adalah Bayang-bayang Darurat Energi.

Direktur Utama Majalah Sinergia Muchlas Jaelani mengatakan belum ada aktivis mahasiswa yang membahas isu penting seputar energi. Padahal sudah sejak lama Indonesia diprediksi akan mengalami krisis energi pada 2025.

Prediksi ini menurutnya sudah banyak diketahui masyarakat terutama di kalangan pendidikan. Namun sampai sekarang belum ada aktivitas konkret untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Maka melalui majalah ini kami ingin menunjukkan kontribusi mahasiswa yang bisa dilakukan. Mahasiswa di jurusan minyak memang sedikit tetapi saya pikir jurusan tidak mempengaruhi prinsip dan usaha kita untuk mengoptimalkan kedaulatan energi kita," kata Muchlas kepada Harian Jogja di sela-sela acara peluncuran majalah tersebut, Rabu kemarin.

Muchlas mengatakan spirit mahasiswa terhadap ketahanan energi seakan redup, terutama bagi mahasiswa di kampus yang tidak memiliki jurusan energi. Padahal menurutnya kewajiban mewujudkan ketahanan energi tidak hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa jurusan energi, melainkan seluruh mahasiswa di berbagai jurusan.

Mahasiswa Hukum menurut dia bisa terlibat dengan mengendalikan regulasi perminyakan. Sementara mahasiswa jurusan agama juga bisa berkontribusi mewujudkan spirit kinerja perusahaan yang mengutamakan kesantunan dan ketertiban.

Misalnya saat ada kegiatan eksploitasi dan eksplorasi, nilai-nilai agama dalam hubungannya dengan manusia maupun alam dapat digunakan dalam proses penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). "Tugas mahasiswa adalah bagaimana setidaknya bisa mengampanyekan untuk hemat energi," kata Muchlas.

Selain peluncuran majalah, HMI Cabang Jogja juga menggelar seminar dengan mendatangkan beberapa narasumber. Di antaranya adalah Vice President Bidang Perencanaan Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas Elan Biantoro; Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Jogja Waryono, dan Ketua DPD Kaukus Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DIY Fitroh Wibowo.

Secara prinsipil, kata Elan, Indonesia memiliki empat jenis ketahanan dalam sistem negara merdeka dan berdaulat. Yakni, ketahanan fisik, ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, dan ketahanan energi. Empat ketahanan nasional tersebut sangat penting terhadap kedaulatan sebuah negara.

"Pemuda yang mempunyai kepedulian terhadap situasi energi nasional amat penting terhadap kedaulatan energi di masa depan," kata Elan.