Pertanian Padi di Gunungkidul Melampaui Target

Ilustrasi Panen padi - JIBI
17 Desember 2018 09:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Meski musim kemarau cukup panjang di tahun ini, hasil pertanian padi di Gunungkidul dinilai tidak begitu terpengaruh dan saat ini telah mencapai target.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul, Raharjo Yuwono memaparkan berdasarkan data yang ada luas panen padi 59.290 hektare dengan produktivitas 50,71 kuintal per hektare.

“Ramalan sampai akhir Desember didasarkan realisasi produksi subround 1 [Panen Januari-April] dan subround 2 [Mei-Agustus]. Produksinya 300.652 ton gabah kering giling, adapun target yang ada 293.000 ton gabah kering giling,” ujar Raharjo, Minggu (16/12).

Pencapaian tersebut juga melampaui capaian tahun kemarin yaitu sebanyak 293.358 ton gabah kering giling. Untuk produksi padi yang cukup banyak menurut Raharjo ada di Ponjong dan Semin yang mencapai 4.000 hektare.

Ia juga mengatakan ada luas tambah tanam yang ditarget 48.776 hektare dan saat ini terealisasi 40.991 hektare. Dikatakan Raharjo produksi padi di Gunungkidul dibanding Kabupaten/Kota lain di DIY juga masih tertinggi. Pada tahun ini tidak begitu ada masalah dibidang pertanian menurut Raharjo. Termasuk saat datangnya kemarau, rata-rata para petani sudah masuk masa panen.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani dan Ternak Margomulyo di Dusun Banaran 4, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Sabar, mengkhawatirkan musim kemarau yang cukup panjang ini. Meski saat ini belum begitu berpengaruh, namun ia berharap agar segera ada hujan.

“Disini pertanian tumpang sari jadi ada padi, jagung, kacang. Hujan ya memang kurang ini, kalau jagung, kacang masih bagus aman, agak khawatir yang padi karena ada yang mulai layu, tetapi ini sudah hujan tadi semoga ya bisa selamat,” ujar Sabar.

Sebelumnya untuk meningkatkan kapasitas pertanian termasuk Sumber Daya Manusia (SDM), Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, bekerja sama dengan Direktorat ekonomi digital, Direktorat jenderal aplikasi informatika, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengenalkan aplikasi Petani untuk meningkatkan kapasitas petani.

“Dengan aplikasi ini akan mempermudah kinerja petani, baik nanti dalam pendataan tentang pertanian hingga semakin mempermudah pemasaran hasil pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto.